photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ★★★Berita Duka ★★★

     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    ★★★Radar Malang★★★

    Tampilkan postingan dengan label Papua Students Alliance. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Papua Students Alliance. Tampilkan semua postingan

    Papua Sudah Bersatu: Apa Berikutnya?

    Papua Sudah Bersatu: Apa Berikutnya?

    Ini pertanyaan yang diajukan oleh semua yang bercita-cita dan mendukung perjuangan Papua Merdeka. Selama ini kami selalu dibuat kecewa dan dikendorkan semangat oleh fakta faksionaliasi di antara organisasi yang memperjuangkan satu aspirasi bernama: Papua Merdeka.

    Faksionalisasi sebenarnya tidak menyebabkan pertentangangan dan cekcok di antara faksi, tetapi membuat energi, waktu dan sumberdaya yang tersalur melakui masing-masing faksi menjadi tersebar dan tidak terarah secara baik sehingga bangsa Papua dan bahkan para pejuang sendiri sulit membayangkan hasil kerja dan tindak-lanjut dari perjuangan yang sedang diperjuangkan.

    Kini persoalan faksionalisasi sudah mati. Dengan pendirian ULMWP di Vanuatu pada Desember 2014 maka tidak ada satupun orang Papua yang bisa mengkleim diri sebagai satu-satunya dan menyalahkan yang lain sebagai organisasi atau tokoh palsu atau bayaran. Kita semua sudah sehati, sejiwa, senasib, sepenanggunggan, se-tujuan, sekata.

    Buahnya sangat jelas: dukungan dari seluruh masyarakat dan negara-negara Melanesia sudah mengalir tak terbendung. Dukungan dari Arfika tidak dapat dibendung juga. Mengalir semuanya sesuai hukum alam: Di mana ada pelanggaran HAM, di situ akan disoroti oleh manusia beradab di seluruh dunia; di mana ada penipuan, pasti ketahuan boroknya dan akan diperbaiki oleh kebenaran.

    Setelah dukungan tunggal dari Negara Republik Vanuatu dan rakyat Vanuatu, kini rakyat Fiji sudah menyatakan dukungan terbuka, disponsori oleh gereja-gereja. Dukungan dari rakyat Solomon Islands juga sudah jelas. Apalagi yang kurang, dukungan dari orang Papua sendiri, yaitu dari Papua New Guinea, baik pemerintah dan rakyat serta gereja dan LSM sudah jelas sudah tidak dapat dibendung lagi.

    Dukungan yang sudah membanjir ini tentu saja tidak dapat dibendung atau dialihkan oleh siapapun, karena dukungan ini bukan berasal dari emosi rasialisme atau fasisme, tetapi ditimbulkan oleh belas-kasihan manusia yang satu terhadap manusia yang tertindas dan teraniaya, manusia yang saban hari menerima nasib maut di moncong senjata penjajah.

    Lalu pertanyaan selanjutnya ialah: Apa yang harus dilakukan selanjutnya?
    Papua Merdeka News mengusulkan kepada segenap organ perjuangan kemerdekaan West Papua hal-hal berikut:
    Pertama, para tokoh kemerdekaan West Papua dan organ-organ yang terlibat dalam ULMWP selalu berkoordinasi, berkonsultasi dan saling mendukung, baik secara pribadi, organisasi, dalam urusan pribadi, organisasi; dalam bentuk doa, dukungan moral ataupun dukunga finansial. “Komunikasi” di antara semua pihak “setiap hari” menjadi kunci pada saat ini dalam kondisi ini, demi mempertahankan spirit dan kesatuan dan keutuhan yang telah terbangun, sehingga tidak dirusak/ dikoyak oleh lawan.

    Kedua, organ perjuangan Papua Merdeka agar terus melakukan sosialisasi perjuangan Papua Merdeka dan menggalang dukungan sumberdaya dari seluruh orang Papua: baik pejabat, petani, siswa/ mahasiswa, penganggur, Merah-Putih, Bintang-Kejora, Otsus-Merdeka, semuanya memberikan sumbangan menurut kemauan, kelebihan/kekurangan dan menurut kerelaan dan tanggungjawab.

    Ketiga, Membentuk sebuah wadah bernama “West Papua Trust Fund”, yang dikelola oleh sebuah badan bernama Pundi Revolusi West Papua sehingga wadah ini memobilisasi, menganggarkan, mengorganisir, mempertanggungjawabkan dan mengatur pemanfaatan dana perjuangan Papua Merdeka.

    Keempat, agenda perjuangan dipersatukan. Sudah jelas, agenda perjuangan Papua Merdeka sudah disatukan secara otomatis pada saat ULWP dibentuk. Akan tetapi ULWP sebagai sebuah organisasi perlu pertama-tama (1) membuka kantor sekretariat; kemudian kantor dimaksud diisi oleh para pekerja/ fungsionaris; dan selanjutnya mengorganisir semua kampanye Papua Merdeka secara terpusat. (2) Setelah ada kantor, maka mengatur kantor-kantor diplomasi untuk melobi negara-negara di seluruh dunia mendukung Papua Merdeka serta (3) menyusun rencana perjuangan jangka pendek, jangka panjang dan jangka menengah.

    Semua orang tahu, bahwa perjuangan Papua Merdeka selalu bersifat faksional dan panas-panas tahi ayam. Kini salah satu sifat sudah dimatikan. Kini tunggu kita matikan sifat yang lain, “panas-panas tahi ayam” dengan empat saran di atas.

    Semoga bermanfaat.
    Situs ini milik Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komute Kota Surabaya-Malang, copyright@SPM News Group Online Services dan dikelolah oleh Biro Pendidikan dan Propaganda.

    Penyitaan Atribut Aksi AMP Kota Solo Oleh Kepolisian RI

    Kronologis Penyitaan Atribut Aksi AMP Kota Solo Oleh Kepolisian RI

    Anggota Polisi Yang Datangi Mahasiswa
    Papua Di Solo
    Aliansi Mahasiswa Papua Komite Amp Kota Solo (KK-AMP) Solo di intimindasi oleh aparat kepolisian, langsung datang di tempat tinggal asrama wim pilamo Surakarta. Sementara masa aksi sedang kumpul jam 08.30 di titik kumpul, tiba-tiba intel 4 org langsung dating di titik kumpul pukul 09.16 di depan rumah lalu dua org masuk sampai dlm rumah. Pukul 09.20 masa aksi berangkat dr titik kumpul ke tempat aksi Jln Slamet Riady depan patung Jend.Slamet Riady( Geladak Bundaran Solo. Dgn jumlah Masa 26 orang dan kendaraan yg digunakaan 1 angkot mobil dan 7 motor.

    Setelah kendaraan berangkat 50 meter dari titik kumpul, angkot yang dimuat masa dihadang oleh para intel dan polisi, masa dipaksa kembali oleh pihak polisi dan intel ke tempat titik kumpul. Pukul 09.21 Kepalah Resor Kota Surakarta Bagian Intelkam, MUHAMMAD FAHRUDIN,SH,.MH Bersama 5 orang intel dating kembali ke titik kumpul dan terjadi adu mulut antara masa aksi dan intel-intel yang datang.

    Yang dipersoalkan oleh kepala intel dan angotanya, Spanduk dan Bendera serta logo AMP yang sedang dibawah oleh masa aksi tersebut dilarang, maka terjadi adu mulut /negosiasi antara jubir masa dgn intel cukup lama dari pukul 09,17 hingga 10. 23. Akhirnya baku rebut antara intel, polisi dan masa aksi. Namun, spanduk dua dan bendera serta logo AMP diambil oleh pihak intel dan polisi tetapi, bendera dan logo AMP direbut kembali oleh masa aksi.

    Dengan satu alasan yang dibuat oleh kepala INTEL : MUHAMMAD FAHRUDIN,SH,.MH dan intel lainnya yaitu dlm spanduk ada lambing Negara West Papua dan Logo AMP, maka waktunya termakan dalam adu mulut di titik kumpul, ternyata suda ada ( SURAT TANDA TERIMA PEMBERITAHUAN ) dari INTELKAM kepada AMP.

    Karena mengigat waktu masa aksi membuat kesepakatan kepada pihak intel bahwa: kami tdk akan berorasi hanya berwawancara dengan pihak media yg sedang tunggu di sasaran aksi. Begitu disita spanduk oleh pihal kepolisian, masa aksi langsung naik mobil angkot dan motor menuju ke tempat aksi tanpa bawa spanduk dan poster pelangaran ham yang disediakan oleh masa aksi.
    Pukul 10. 25 masa aksi berangkat dr titik kumpul hingga tiba di tempat aksi pukul 11.05 dan pukul 11.10 masa aksi mulai pasang tali komando lalu menuju ke tempat aksi untuk menyampaikan aspirasi kemerdekaan West Papua dan perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 kesepakatan Internasional Yang Ilegal Antara Belanda dan Indonesia.

    Sementara masa berorasi, polisi juga mengatur lalulintas dengan mengunakan pengerak suara untuk menutupi suara orasi masa aksi AMP, agar tidak terdengar suara AMP kepada warga Surakarta sampai aksi selesai 12.00, keamanan lalu lintas juga berhenti jam yg sama. Dan masa aksi kembali pulang dr titik aksi ke titik kumpul asrama wim pilamo Surakarta.

    ====================================
    Sumber:http://ampjogja.blogspot.com/

    AMP Komite Pusat: Salam Perjuangan Tiap Komite Kota!

    Foto: Logo AMP | Dok. AMP

    AMP Malang-Surabaya, Nasional Papua Barat -- Aliansi Mahasiswa Papua Komite Pusat [AMP KP] mengucapkan ucapan salam berjuang kepada masing-masing Kota yang telah menyatakan Trikora adalah Ilega.

    "Salut buat kawan-kawan; Amp Komite Kota Jabar, AMP Komite Kota Bogor, Amp Komite Kota Yogyakarta, Amp Kota Solo, Amp Komite Kota Semarang-Salatiga, Amp Komite Kota Surabaya-Malang, dan juga Kawan kami Wiwince Pigome sebagai International West Papuan Students Alliance - Curtin University. yang turun pada empat titik wialayah komite kota, Kobarkan terus api perjuagan Lawan dan usir segala bentuk penjajahan oleh Kolonialisme Imperialisme, Militerisme. Salam Pemberontakan.....!!!!" oleh AMP KP melalui Facebook.com, dikutip AMP Malang-Surabaya, Jumat (19/12/2014), Waktu malam Tanah Jawa.

    Ini Pernyataan Sikap:

    Aliansi Mahasiswa Papua
    “TRIKORA 19 Desember 1961 Ilegal, Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua Sebagai Solusi Demokratis”

    Pernyataan Sikap 
    Salam Pembebasan...

    Tanggal 19 Desember 1961, Soekarno mengumandangkan TRIKORA di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan tujuan untuk mengagalkan pembentukan Negara Papua Barat yang telah dideklarasikan pada 1 Desember 1961. 

    TRIKORA merupakan ekspresi awal dilakukannya penjajahan Indonesia atas Negara Papua Barat yang faktanya bukan bentukan Belanda.

    Realisasi dari isi Trikora, Soekarno sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (Sekarang Papua) mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1 Tahun 1962 yang memerintahkan kepada Panglima Komando Mandala, Mayor Jendral Soeharto untuk melakukan operasi militer dengan nama Operasi Mandala ke wilayah Papua Barat untuk merebut wilayah itu dari tangan Belanda.

    Akhirnya dilakukan beberapa gelombang Operasi Militer di Papua Barat dengan satuan militer yang diturunkan untuk operasi lewat udara dalam fase infiltrasi seperti Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu.

    Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Rorce, Operasi Cakra, dan Operasi Lumba-lumba. Sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan Operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus (Opsus).  Melalui operasi ini wilayah Papua Barat diduduki, dan dicurigai banyak orang Papua yang telah dibantai pada waktu itu.

    Hingga kini, Militer (TNI-Polri) merupakan alat negara Indonesia yang paling ampuh untuk menghalau gejolak perlawanan Rakyat Papua yang menghendaki kemerdekaan sepenuhnya dari Indonesia. Berbagai kasus pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) Rakyat Papua terjadi akibat kebrutalan Militer Indonesia.

    Berbagai aksi kebrutalan Militer Indonesia terus berlanjut, pada dekade 1980an-1990an terjadi pembunuhan terhadap tokoh Nasionalis Papua Arnold Clemens Ap pada 26 April 1984 disertai pengungsian besar-besaran ke Papua New Guinea (PNG), kemudian pembunuhan terhadap DR. Thomas Wanggai pada 13 Maret 1996. Pada dekade 2000an terjadi pembunuhan oleh pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (Kopassus) terhadap Ketua Dewan Presidium Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay pada 10 November 2001. Dekade 2010 terjadi penembakan kilat terhadap Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni pada 14 Juni 2012. Hingga penangkapan terhadap aktivis KNPB Wamena dan penembakan kilat terhadap Kordinator Komisariat Militan KNPB Pusat Hubertus Mabel pada tanggal 16 Desember 2012 di Wamena.

    Pada Tanggal 8 Desember 2014 terjadi  pembunuhan Luar biasa di paniai oleh TNI-Polri yang mengakibatkan  22 orang masyarakat sipil diantanya  5 Orang siswa SMA meninggal dunia dan 17 lainya luka-luka kritis.

    Dan masih banyak lagi berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan Militer Indonesai terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

    Kenyataan ini membenarkan kehadiran Indonesia di Papua bertujuan untuk menguasai dan menjajah, tidak untuk membangun Rakyat Papua.

    Maka, Aliansi Mahasiswa Papua menuntut dan mendesak rezim JOKOWI-JK untuk segera;
    1. Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua.

    2. Tarik Militer (TNI-Polri) Organik dan Non-Organik dari Seluruh Tanah Papua Sebagai Syarat Damai.

    3. Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh dan MNC lainnya Yang Merupakan Dalang Kejahatan Kemanusiaan di Atas Tanah Papua.

    Demikian pernyataan sikap ini, kami menyerukan kepada seluruh Rakyat Papua untuk Bersatu dan Berjuang merebut cita-cita Pembebasan Sejati Rakyat dan Bangsa Papua Barat. Dan atas perhatian dan dukungan seluruh Rakyat Papua, kami ucap terima kasih. Tuhan beserta kita.

    Salam!

    19 Desember 2014


    AMP Komite Kota dari berbagai daerah telah menunjukkan ke dunia bahwa inilah kami, semangat perjuangan tetap hidup. (Admin)

    AMP In Action : Kami Dihadang Polisi Tanpa Alasan Yang Jelas

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    Kami Dihadang Polisi Tanpa Alasan Yang Jelas

     
    Massa Aksi AMP yang Dikurung oleh Polisi ( Telius Yikwa/Doc.AMP)

    Jakarta,  -Aksi damai kami dalam rangka memperingati 53 tahun West Papua dihadang polisi tanpa alasan yang jelas.

    Aksi kami yang dipusatkan satu titik dan itu di Jakarta sehingga kami dari semua komite kota kumpul di Jakarta untuk mengelar aksi damai memperingati hari kemerdekaan bangsa Papua Barat yang ke-53 tahun.

    Kami mengelar aksi sekitar pukul 9.00 waktu Jakarta, sebelum mamulai, sesampainya di titik kumpul ternyata ratusan gabungan polisi dengan brimob sedang bersiaga di tempat yang hendak kami mulai aksi.

    Setelah kami atur barisan dan hendak berjalan ke istana negara kami di hadang. alasan yang mereka(polisi red) sampaikan adalah massa aksi mengenakan kaos berlambang bendera Bintang Kerjora jadi tidak bisa jalan. LBH kami, kaka Ego bernegosiasi dengan pihak polisi tetapi polisi tetap bersikeras dan akhirnya menyepakati bahwa massa harus melepaskan kaos berlambang Bintang Kejora lalu diijinkan untuk melanjutkan aksi long march ke istana negara.

    Usai kesepakatan, seluruh massa aksi entah itu pria mau pun wanita melapas baju. setelah kami melepaskan  baju dan hendak melanjutkan aksi kami, pihak polisi tetap memblockade dan hadang aksi damai kami. kami pun binggung apa alasan aparat penegak hukum ini memblockade aksi damai kami? semetara aski lain seperti Ormas Jakarta dan dua lainnya diberi kebebasan untuk berdemonstrasi sedang kami yang sudah turuti kemauan pihak polisi, tetap saja dihadang.

    Sebenarnya apa alasan polisi untuk memblockade aksi damai kami? semua kemauan polisi kami sudah turuti semua. apa lagi yang diinginkan polisi dari kami?

    UU No 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum telah menjamin kami, UU No 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia telah menjamin kami; Peraturan Kapolri No 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraab Tugas Kepolisian telah menjamin kami untuk menggelar aksi demonstrasi.

    Penghadangan dan blockade polisi terhadap aksi damai kami  tidak punyak alasan Hukum.

    Berikut beberapa foto camera Nokia yang diambil di tempat aksi.









    Pernyataan Sikap AMP Terkait Penembakan oleh TNI-POLRI Terhadap Warga Sipil di Paniai

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    Copot Pelaku Penembakan Terhadap Warga Sipil di Paniai Dari Jabatannya & Berikan Hukuman Sesuai Dengan Perbuatannya 

     Pernyataan Sikap AMP

    Ini Pernyataan AMP Terkait Penembakan 5 Warga Sipil di Paniai
    Foto Korban Penembakan oleh Aparat terhadap warga sipil di Paniai. ( Dok AMP Yogyakarta)
    AMP Malang, Penembakan terhadap lima warga sipil di Kabupaten Paniai, Papua, yang terjadi, Senin (12/12/2014) kemarin, merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, dan harus diusut hingga tuntas.

    "Dari berbagai pemberitaan yang kami ikuti, sangat jelas yang menyebabkan penembakan terhadap warga sipil adalah aparat TNI/Polri.
     Kejadian tersebut bagian dari perencanaan pemusnahan orang asli Papua oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang merupakan kebijakan sistematis dan terselubung NKRI terhadap Orang Papua.
    "Tidak jauh beda dengan kasus sebelumnya, seperti Nabire berdara 14 Juli 2013 yang mengakibatkan 18 orang meninggal dunia, dan 39 orang luka parah."
    "Kami melihat ada beberapa usaha yang dilakukan oleh Kapolda Papua dan Pangdam/XVII Cendrawasi. Buktinya Kabid Humas Polda melalui pemberitaan terus berusaha melakukan pembohongan publik." 
    Dalam kasus penembakan terhadap warga sipil di Pania kami dari AMP menuntut :
     Pertama, mencopot Pelaku penembakan dari jabatannya dan berikan hukuman sesuai dengan perbuanya.  
    Kedua: dengan tegas juga kami mengutuk Kapolda Papua Yodje mende, Pangdam Cendrawasi. Kombes Pol Sulisty Pudjo yang berusaha menutupi kebenaran yang sedang telah terjadi, melalui media masa.
    Ketiga: menarik TNI/POLRI organik dan non Organik dari seluruh tanah Papua yang menjadi aktor kejahatan kemanusiaan diatas tanah Papua sampai saat ini.
    "Kami menuntut kepada  NKRI agar bertangungjawab atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada 8 Desember 2014 kemarin.
    Demikian Pernyataan sikap ini kami keluarkan, atas perhatian dan kerja sama serta tindak lanjutnya kami sampaikan terima kasih.
    Salam.
            Hormat Kami

                                                                              Jefri Wenda                                                                                
                                                       Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Papua                                                                         
    Tebusan:
    1. Polda Papua.
    2. Kapolri
    3. Pemerintah Daerah Papua
    4. Komnas HAM Papua 
    5. Komnas HAM NKRI
    6. Pemerintah Indonesia
    7. Dan Pihak Terkait

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat Ke-53 di Jakarta

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online
    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aksi Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat di Ibu Kota

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat Ke-53

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat 2015

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Peringati Deklarasi Negara Papua Barat di Jakarta

    Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat - aktual.co
    Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. DOC.AMP/PHOTOS
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg
     photo SALAMPEMBEBASANDANREVOLUSI_zpsbdffla8q.gif