photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.

    ★★★Berita Duka ★★★

    ★★★Radar Malang★★★

    Perjanjian New York 15 Agustus 1961 Kesepakatan Internasional Yang Ilegal

    Perjanjian New York 15 Agustus 1961 Kesepakatan Internasional Yang Ilegal, Hak Menentukan Nasib Sendiri Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat 

    Press Release
    Penandatanganan Perjanjian New York (New York Agreemnent) antara Belanda dan Indonesia terkait sengketa wilayah West New Guinea (Papua Barat) pada tanggal 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa keterlibatan satupun wakil dari rakyat Papua pada hal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua.
    Perjanjian ini mengatur masa depan wilayah Papua Barat yang terdiri dari 29 Pasal yang mengatur 3 macam hal, dimana pasal 14-21 mengatur tentang Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote). Dan pasal 12 dan 13 yang mengatur transfer Administrasi dari Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA kepada Indonesia.
    Setelah tranfer administrasi dilakukan pada 1 Mei 1963, Indonesia yang diberi tanggungjawab untuk mempersiapkan pelaksanaan penentuan nasib dan pembangunan di Papua tidak menjalankan sesuai kesepakatan dalam Perjanjian New york, Indonesia malah melakukan pengkondisian wilayah melalui operasi militer dan penumpasan gerakan prokemerdekaan rakyat Papua. Lebih ironis, sebelum proses penentuan nasib dilakukan, tepat 7 April 1967 Freeport perusahaan pertambangan milik negara imperialis Amerika telah menandatangani Kontrak Pertamannya dengan pemerintah Indonesia.
    Klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia dengan kontrak pertama Freeport dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Sehingga, dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.
    Keadaan yang demikian ; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.
    Maka, dalam rangka peringatan 52 Tahun Perjanjian New York/New York Agreement yang Ilegal, Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] menyatakan sikap politik kami kepada Rezim SBY-Boediono, atau pemerintahan baru Jokowi JK, Belanda dan PBB untuk segera :
    1.  Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua.
    2. Menuntup dan menghentikan aktifitas eksploitasi semua perusahaan Multy National Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis ; Freeport, BP, LNG Tangguh, Medco, Corindo dan lain-lain dari seluruh Tanah Papua. 
    3.   Menarik Militer Indonesia (TNI-Polri) Organik dan Non Organik dari seluruh Tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh negara Indonesia terhadap rakyat Papua.
    Demikian press release ini dibuat, kami akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan penghisapan terhadap Bangsa dan Rakyat Papua Barat. Terima kasih atas dukungan Kawan-kawan jurnalis dalam memberitakan persoalan rakyat Papua demi terciptanya demokratisasi di Tanah Papua
    Salam Demokrasi!
    Malang 01/05/2015

    Humas Aksi


    Yusni Y

    Situs ini adalah situs online aktivis suara papua merdeka yang dikembangkan oleh Biro Media dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang-Surabaya. Anda diperkenankan untuk BERBAGI (menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun) dan ADAPTASI (menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial). Informasi dalam situs ini masih harus dikonfirmasi kepada pengelola situs di melanesiapost@gmail.com (Activis Independence of Papua/Pengembang Situs)

    PACOR dan BRM di Nigeria Akan Demo di KBRI, Dukung West Papua Merdeka


    Poster ajakan demonstrasi dari PACOR dan BRM. Foto: Ist.

    Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Gerakan Pan African Consciousness Renaissance (PACOR) dan Black Revolutionaries Movement (BRM) akan menggerakan rakyat sipil di Nigeria, Afrika, untuk demonstrasi damai pada tanggal 21 April 2015 di depan kantor kedutaan negara Indonesia (KBRI) untuk bersolidaritas mendukung bangsa Papua Barat merdeka atas penjajahan negara Indonesia.

    Pada demo di hari Selasa, 21 April, 2015 di kantor KBRI, pulau Victoria, Lagos, Nigeria, pukul 10.00 pagi waktu Nigeria itu, massa aksi juga akan menuntut negara Indonesia menghentikan aksi genosida dan penjajahan atas saudara-saudari kulit hitam di Pasifik, yakni Bangsa Papua Barat.

    Untuk diketahui, sebelumnya, Tapol, organisasi berbasis masyarakat sipil yang mengkampanyekan penegakan hak asasi manusia (HAM), perdamaian dan demokrasi di Indonesia, yang bermarkas di Inggris, telah menyerukan kepada masyarakat dunia untuk menggelar demo damai di kantor kedutaan negara Indonesia di masing-masing negara terkait isolasi akses dunia luar atas tanah Papua, termasuk isolasi perjuangan kemerdekaan bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri alias merdeka (Baca: Klik!). (SAL/MS)
    Situs ini adalah situs online aktivis suara papua merdeka yang dikembangkan oleh Biro Media dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang-Surabaya. Anda diperkenankan untuk BERBAGI (menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun) dan ADAPTASI (menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial). Informasi dalam situs ini masih harus dikonfirmasi kepada pengelola situs di melanesiapost@gmail.com (Activis Independence of Papua/Pengembang Situs)

    Ini Aksi Pertama Dukungan Papua Merdeka di Nigeria


    Ini aksi pertama dukungan Papua Merdeka di Afrika. Foto: Youtube


    Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Senin, 13 April 2015 lalu, majalahselangkah.com memberitakan, Gerakan Pan African Consciousness Renaissance (PACOR) dan Black Revolutionaries Movement (BRM) akan menggelar demonstrasi damai pada tanggal 21 April 2015 di depan Kedutaan Indonesia (KBRI) Pulau Victoria, Lagos, Nigeria.

    Rencana aksi "Pembebasan Papua Barat" itu benar-benar dilakukan untuk pertama kalinya di Nigeria (baca: PACOR dan BRM di Nigeria Akan Demo di KBRI, Dukung West Papua Merdeka).

    Demonstrasi ini mengikuti gelombang dukungan untuk Papua Barat dari Afrika Selatan. PACOR adalah organisasi yang terhubung dengan Gerakan Black Revolusioner yang mengajak semua orang untuk bergabung dalam solidaritas melawan penindasan yang tidak manusiawi eksploitasi, kolonisasi terhadap orang kulit hitam di seluruh dunia.

    "Desakan untuk melakukan aksi solidaritas tertanam dengan kuat. Kami yakin bahwa penindasan dan eksploitasi terhadap bangsa kulit hitam di seluruh dunia bukan saja absurd tapi berbahaya untuk netralitas. Hanya ada dua pilihan, berjuang untuk mendapatkan kebebasan itu atau menjadi bagian dari penindasan di muka bumi ini," tulis Pan-African Consciousness Renaissance (PACOR).

    Dikutip RADIO NEW ZEALAND, seorang pengunjuk rasa pada mengatakan, "Seperti orang-orang di Papua Barat. Bagi kami sebagai pan-Afrika, ini adalah perjuangan global, seperti yang kita dilancarkan terhadap rezim apartheid di Afrika Selatan, seperti yang kita dilancarkan perjuangan melawan rasisme di Amerika melawan Afrika Amerika..."

    Sementara itu, pemerintah Indonesia mengatakan Papua Barat mengalami lebih banyak pembangunan selama ini. (Putri Papua/MS)
    Situs ini adalah situs online aktivis suara papua merdeka yang dikembangkan oleh Biro Media dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang-Surabaya. Anda diperkenankan untuk BERBAGI (menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun) dan ADAPTASI (menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial). Informasi dalam situs ini masih harus dikonfirmasi kepada pengelola situs di melanesiapost@gmail.com (Activis Independence of Papua/Pengembang Situs)
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg