photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ★★★Berita Duka ★★★

     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    ★★★Radar Malang★★★

    Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

    " HAI PEMUDA DAN MAHASISWA PAPUA DIMANAPUN ANDA BERADA, BERJUANG DAN BERBICARALAH DEMI BANGSA DAN TANAH PAPUA BERSAMA KEBENARAN SEJARAH SANG BINTANG KEJORA"

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memperingatkan kepada pemuda dan mahasiswa papua untuk tidak menjadi agen kolonial Indonesia melalui Komite Nasional Pemuda Pancasila Anti Korupsi Indonesia Propinsi Papua (KONPAK).

    Kami Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa Papua TIDAK ada kepentingan apapun berbicara tentang tetang korupsi di tanah papua. Kami Bangsa Papua murni ingin "PAPUA MERDEKA" memisahkan diri dari kolonial indonesia, Kami pemuda dan mahasiswa papua dilahirkan untuk meneruskan sapirasi bangsa papua untuk keluar dari cengkraman kolonial indonesia. Kami berjuang demi KEBENARAN sejarah sang Bintang Kejora, bukan membahas masalah Korupsi, Kesejahtraan, Pembangunan, UP4B, OTSUS di papua. Sebab Korupsi itu bukan budaya orang suku bangsa melanesia papua. 

    Kami memberitahukan kepada kawan-kawan pemuda dan mahasiswa papua yang sedang terlibat mengambil bagian di organisasi atau komunitas butan penjajah (indonesia) dalam hal ini adalah KONPAK PAPUA, Silahkan saja anda berbicara atau membahas di Jawa - Jakarta disana, karena korupsi itu berasal dari sana dan itu sudah budaya mereka, jangan bawah-bawah masalah korupsi di papua apalagi menggerahkan masyarakat, pemuda dan masyarakat untuk melawan korupsi apa sih untungnya bagi orang papua ???  Apa lagi menyebut pemuda pacasila papua,....wow..wow..wow..Dalam rangka apa ini ??? Dari sudut pandang apa ini ??? Memangnya nenek moyang bangsa melanesia (Papua) pernah berjuang untuk indonesia merdeka ??? 

    Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) murni berjuang untuk "Papua Merdeka" BUKAN urus masalah korupsi dan sebagainya. Kami memberitahukan kepada KOMPAK PAPUA untuk tidak mempengaruhi rakyat, pemuda, dan mahasiswa yang sedang berjuang untuk keluar dari cengkraman kolonial indonesia dengan politik, pembanguna, kesejahtraan, UP4B dan sebagainya.

    Apa pentingnya orang papua bicara korupsi ??? Apa untungnya korupsi di papua ??? Sedangkan kami rakyat papua ingin MERDEKA penuh sebagai Negara Berdaulat, Bukan bicara tentang OTSUS, UP4B, PEMBANGUNAN, PEMEKARAN, KESEJAHTRAAN dan Segala Macam di seluruh Tanah Papua kami mengutuk keras siapapun ANDA !


    " HAI PEMUDA DAN MAHASISWA PAPUA DIMANAPUN ANDA BERADA, BERJUANG DAN BERBICARALAH DEMI BANGSA DAN TANAH PAPUA BERSAMA KEBENARAN SEJARAH SANG BINTANG KEJORA"

    ++++++----------------------------------------++++++
    AMP

    Kalimantan, Papua and Maluku Province Berdogma Mandatory Being Christian

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta WPNews - SPMNews Group Online
    PIDATO RASIS BAJINGAN JUSUF KALLA SI ANTEK ARAB YANG MENDUKUNG PENYEGELAN GKI YASMIN JELAS MENUNJUKKAN BAHWA SI PETINGGI ORBA GOLKAR ITU ANTI KRISTEN.

KARENA ITU WAHAI PENGUASA NEGRI NKRI PALSU, KALAU SUDAH TIDAK SUKA DENGAN KRISTEN NGAPAIN LAGI ADA NKRI, PISAHKAN KAMI PAPUA & KALIMANTAN UNTUK MERDEKA PISAH DARI NKRI BIADAB INI !!!

>> Di berbagai situs islam, orang islam indonesia membanggakan Pidato si bajingan jusuf kalla yang mengatakan mestinya gereja berterimakasih masih untung dikasih bangun 56.000 gereja. 

## Maka kami jawab : Hai jusuf kalla bajingan !!! Kalau ga mau kasih bangun gereja ya pisahkan kami Papua , Kalimantan, Maluku, NTT, Minahasa dan sebagainya dari NKRI ini !!! Itu berarti kesepakatan awal mendirikan negara dimana ada kebebasan beribadah sudah dilanggar. Artinya sudah tidak bebas lagi beribadah di negri ini krn mulai diatur-atur dgn perda, dgn syariah, dgn bla-bla-bla yg tujuannya cuma  utk menghambat pertumbuhan kristen. Dan dari seluruh jumlah gereja yg ada, sampai sekarang sulit mendapatkan izin membangun yg permanen sehingga kristen Indonesia hrs menumpang ibadah di ruko2 atau gedung2 umum.

>> si bajingan jusuf kalla juga bilang masih untung hari minggu dibikin libur.

## Maka kami jawab : Hai jusuf kalla bajingan !!! Pantesan waktu kau menjabat sbg wapres kau terapkan car-free-day di seluruh daerah untuk menghalangi org kristen ke gereja hari minggu. Dan kau terapkan juga buruh masuk kerja hari minggu utk menghalangi buruh ke gereja. Bahkan saking bencinya pada lambang cross sampai2 kau minta logo cross-nya PMI diganti. Jadi otak mu penuh sirik & dengki hanya ingin menghambat pertumbuhan gereja. Kau sendiri bangun masjid besar di manado yg berpenduduk kristen tidak ada yang ganggu. 

KARENA ITU SAATNYA KAMI PAPUA KALIMANTAN & MALUKU MEMISAHKAN DIRI DARI REPUBLIK BAJINGAN BERAGAMA INI !!!

FREEDOM WEST PAPUA !!! FREEDOM BORNEO & MALUKU !!!

Ini situs islam yang memuat pidato jusuf kalla bajingan arab itu --> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/03/03/23469/
http://sosok.kompasiana.com/2013/03/06/ketika-jusuf-kalla-bicara-gereja-540450.html
http://www.arrahmah.com/news/2013/03/04/jusuf-kalla-kritik-intoleransi-kalangan-gereja.html

      
    Kalimantan, Papua and Maluku Province Berdogma Mandatory Become a Christian



    Jusuf Kalla RACIST SPEECH bastard SUPPORTING THE ARAB henchmen SEALING GKI CLEARLY INDICATES THAT THE YASMIN ORBA Golkar officials THAT ANTI CHRISTIAN.

    THEREFORE O RULER Negri Homeland FALSE, IF HAVE NOT LIKE THERE AGAIN WITH CHRISTIAN What are you doing Homeland, OUR SEPARATE & BORNEO FOR INDEPENDENT PAPUA separated from the Homeland barbaric !!!

    >> At various sites of Islam, the Islam Indonesia boasts bastard Speech Kalla who said it should be given the benefit of the church still wake up grateful 56,000 churches.

    ## So we replied: Hi Kalla bastard !!! If you so not want to wake up the church so we split Papua, Kalimantan, Maluku, NTT, Minahasa and forth from this Homeland !!! That means the initial agreement to establish a state in which there is freedom of worship has been violated. Meaning is no longer free to worship in this country began to be arranged krn with regulations, with sharia, with bla-bla-bla For that aim merely inhibit the growth of Christianity. And of the whole number of existing churches, until now difficult to obtain permission to build permanent so that Indonesian Christians worship in ruko2 hrs ride or gedung2 general.

    >> Scoundrel vice president also said Sunday contrived still profit off.

    ## So we replied: Hi Kalla bastard !!! Pantesan time you served as vice you apply car-free-day in all areas to deter Christian org to church on Sunday. And you also employ workers come to work Sundays For blocking workers to church. Even so hated in the cross emblem sampai2 you ask her cross PMI logo replaced. So your brain full of envious and spiteful just want to inhibit the growth of the church. You yourself waking up the great mosque in Manado Christians who populated no bother.

    BECAUSE IT'S TIME WE PAPUA BORNEO & MALUKU SEPARATE YOURSELF FROM THE REPUBLIC OF RELIGIOUS bastard !!!

    WEST PAPUA FREEDOM !!! BORNEO & MALUKU FREEDOM !!!

    This site contains Islamic speeches arab bastard Kalla
    -->

    MINAHASA UNITY AND PRICE MUST DIE !!!

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta WPNews - SPMNews Group Online
    MINAHASA UNITY AND PRICE MUST DIE !!!
    Anawayer and stabbing and shooting police sala. The question is it true that this situation occurred because of a misunderstanding or conflict between sekolmpok people who deliberately created in government engineering ?? Let's think critically 'military past as thousands banyaknnya he was not able to reduce conflict and allow prolonged, let the tub in terror for the city of Manado ?? The situation is beginning to feel out of control in Manado sepertinnya there shaking provocateurs anarchist group of people.

    Situation lately in Manado were not conducive we're concerned with what's going on, ranging from p

    Brother sister minahasa one heart, realize far we've done the efforts of the central government in brackets (Java) dwarf the efforts attempt to stand for the Minahasa people rise up, ranging from the history they are spoofing, our educational Balance the sebenrnnya not in the center where they are developing two fold of minahasa kini.kalau era you are unsure please you do some research and see if we lie

    Why we must unite, jawabanyan simple or simple want to carry it the fate of our tribe minahasa? Want to become lackeys jawir kah? Its just stand behind the retainer retainer jawiri in parliament? Scary for jawir and the Islamic paramilitary army of unity occurs when there is word on the ground Malesung, why is that ?? What is the purpose of this post ?? So this long ago when union occurs in the soil minahasa pressure critical pressure in posing for the rulers jawir in posing insistent barrage that makes jawir uncomfortable with the Minahasa, in tamba again the government is more inclined in favor of dogma dogma of Islamization from the law until the law rules applicable rules as citizens what it is namannya Pancasila, the Christian majority areas tend to be neglected in many underdeveloped areas contohnnya brother just some of us are not aware of or perhaps deliberately made ​​unconsciously.

    Brother minahasa friend, whether you know where the beginning of the beginning pana Wayer back flare up again awalnnya bukannnya in Tuminting? Tuminting that many areas inhabited anyone ?? You answer it themselves, and then spread, from which we studied here reportedly believe there was an intruder who live in Tuminting which then spread now claimed the Minahasa. Be careful !!! In intinnya we must come together for whatever reason only unity that can move us forward again only unity that can lift minahasa dignity back. Remember our ancestors already exemplifies an organization that does not fade prehistoric times by the time that Mapalus.

    Berikutnnya we must be smart in choosing future leaders, we must lift that is concerned with the customs, culture, and religion, must be 100% representing minahasa
    * * *

    ACTIVIS INDEPENDENCE PAPUA MENOLAK PRABOWO SUBIANTO MEMASUKI TANAH PAPUA

    ACTIVIS INDEPENDENCE PAPUA MENOLAK PRABOWO SUBIANTO MEMASUKI TANAH PAPUA
    Activis Independence Papua Barat 2007-2014
    Activis Independence Papua Barat 2007-2014
    AIP - Atas nama bangsa Papua Barat, Activist Independence Papua menolak tegas Rencana menghadirkan PRABOWO SUBIANTO di Tanah Papua untuk kampanye PILRES. Kami Activis Independence Papua menolak tegas permintaan DPRP, dimana saudara Yunus Wonda menyatakan bahwa meminta Prabowo Subianto datang ke Papua untuk kampanye. Pernyataan Yunus Wonda ini telah dipublished pada media harian sore “SUARAPEMBARUAN” edisi Kamis 19 Juni 2014, dengan judul “Prabowo Diminta Kampanye di Papua,” Prabowo Diminta Kampanye di Papua,”


    Hal ini kami menilai bahwa sangat memendingkan diri sendiri, oleh karena itu dengan tegas menolak Prabowo Subianto yang merupakan pelaku pembunuhan dan pengahur harta milik orang Papua. Kami menghimbau kepada orang Papua Barat yang sedang mencari makan di Pemerintah NKRI, dan sekarang menjadi pejabat Pemerintah colonial NKRI agar tidak menyakiti hati Rakyat Papua Barat. 


    Kami mempunyai laporan tentang kejahatan Prabowo, dimana dalam Operasi Militer saat pembebasan sandera di Mapenduma. Orang tua kami dari Mapenduma telah laporkan bahwa sewaktu operasi itu Prabowo dan anggotanya pernah menembak masyarakat, dan juga membakar rumah-rumah penduduk, kebun-kebun dan ternak Babi milik penduduk setempat telah dibumihanguska. 


    Kami Activist Independence Papua bersama Rakyat tetap menolak PILRES, karena kami yang berjuang Papua Merdeka tidak pernah kompromi politik dengan Jakarta. Kami tetap berjuang sampai Papua Merdeka penuh dari tangan pelenggu Colonial NKRI. Apa lagi CAPRES-CAPRES ini adalah pembunuh Rakyat Papua. Untuk lebih lengkapnya silakan click di sini, Operasi Militer Paska Pembebasan Sandera di Mapenduma Papua 1996.  Ekspedisi Lorentz 95, Penyelamatan Mapenduma salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.


    Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman.[12] Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM.[4][13]


    Kejahatan Pabowo Subianto boleh ikuti link video dan article yang kami cantumkan dibawah ini.Silakan click masing-masing dari delapan bagian dibawah kemudian bisa nonton videonya online atau anda boleh downloda dulu.
    Notes:
    Prabowo Subianto adalah Pelaku Genocide di Papua Bara,
    maka harus segera ditangkap dan di adili di Pengadilan Criminal Internasional
     
    By Sebby Sambom
    An Independence Activist of West Papua
    Former West Papuan Political Prisoner
    ——————————————
    Admin

    STOP BAWAH-BAWAH NAMA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP)

    Aliansi Mahasiswa Papua Kutuk Pembuat Spanduk Yang Mengatas Namakan AMP Di Jakarta

    Terkait pemasangan spanduk di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2014 di Jakarta, bertuliskan "Aliansi Mahasiswa Papua Jakarta Dukung Pilpres 2014", maka kami dengan tegas menyatakan bahwa Pembentangan spanduk tersebut adalah perbuatan oknum-oknum yang sedang mencari makan, dengan mengatas namakan ALIANSI MAHASISWA PAPUA di Jakarta.

    Pembembentangan spanduk yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Papua ini, jelas-jelas telah mencoreng nama baik ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP], dan untuk itu, kami tegaskan kepada siapapun oknum-oknum yang melakukan pemasangan spanduk ini, untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memulihkan kembali nama ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP].


    Selain itu, yang harus diketahui adalah oleh kita semua bahwa, hingga saat ini, belum ada pembentukan struktur ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP] yang aktif untuk Komite Kota Jakarta ! dengan demikian, maka kami tegaskan bahwa yang menempelkan Spanduk dukungan Pilpres Indonesia di Jakarta adalah Perbuatan Oknum-Oknum yang sengaja ingin mencemarkan nama baik AMP dengan berupaya membenturkan isu yang di usung oleh ALIANSI MAHASISWA PAPUA, dan untuk itu, Kami dengan tegas MENGUTUK upaya Pencemaran yang dilakukan oleh Oknum-oknum yang sedang mencari makan di Jakarta, dan Menyeruhkan Kepada Seluruh Rakyat WEST PAPUA Untuk Melakukan BOIKOT Pemilihan PRESIDEN Republik Indonesia di Seluruh Tanah PAPUA !.

    Malang, 30 Juni 2014


    Komite Pusat
    ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]

    AMBISI MILITER DI INDONESIA - ANALISIS

    AMBISI MILITER DI INDONESIA - ANALISIS

    Ilustrasi
    Menuju ke Pemilu 2014 , masyarakat Indonesia sedang dihadapkan dengan tokoh-tokoh politik tertentu , mulai dari pengusaha dan pemegang kantor , angka latar belakang militer . Namun, mengingat banyak survei pemilu , dua tokoh telah muncul sebagai yang paling mungkin untuk menjadi presiden Indonesia berikutnya , yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto . 
    Joko Widodo , yang dikenal sebagai Jokowi , adalah gubernur saat ini di Jakarta, sedangkan Prabowo adalah pelindung kepala Greatest Partai Gerakan Indonesia ( Gerindra ) serta mantan jenderal mendiang Presiden Suharto . Baru-baru ini , Jokowi telah diumumkan sebagai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) kandidat . Dengan demikian , gubernur Jokowi dan mantan jenderal militer , Prabowo akan cenderung mendominasi lanskap politik Indonesia sebelum pemilihan presiden pada bulan September 2014.

    Setelah 15 tahun konsolidasi demokrasi , penyelidikan besar adalah apakah Indonesia masih memerlukan gaya kepemimpinan militer . Dalam tiga pemilu terakhir, calon militer selalu terlibat untuk menjalankan untuk kantor . Presiden saat ini adalah mantan jenderal Suharto yang telah berada di kantor selama dua periode .

    Dalam Pemilu 2014 ini , setidaknya dua mantan jenderal telah mengumumkan kandidat mereka di samping Prabowo , yakni mantan komandan militer Indonesia Wiranto didukung oleh partainya, Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ) dan Sutiyoso , letnan purnawirawan cum umum Ketua Keadilan dan Persatuan Indonesia partai ( PKPI ) . Partai yang berkuasa , Demokrat , juga menghadirkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo sebagai salah satu calon presiden tersebut. Semua jenderal tersebut , kecuali Pramono Edhie , yang disajikan selama hari-hari memudarnya Suharto . Dan ketiga jenderal juga banyak diyakini telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia .

    Ironisnya , di satu sisi , masyarakat Indonesia berharap untuk memiliki bersih dan baik pemimpin , seperti Jokowi dan Tri Rismaharini , Walikota Surabaya .

    Di sisi lain , sebagai menunjukkan survei terbaru , banyak pemilih Indonesia masih lebih suka calon presiden atau wakil presiden dengan latar belakang militer atas sipil . Tiga karakteristik telah maju untuk preferensi ini , yaitu ketegasan , disiplin dan ketegasan . Kecenderungan ini mencontohkan romansa rezim militer Suharto yang didukung masyarakat Indonesia .

    Militer di Indonesia memiliki dua alasan penting mengapa mereka harus ikut campur dalam kehidupan politik sehari-hari . Pertama , militer Indonesia ( TNI ) masih mengkritik sistem demokrasi saat ini. Seperti disebabkan oleh tentara strategis perintah kepala di Indonesia , Letnan Jenderal Gatot Nurmayanto , demokrasi Indonesia tidak selalu tepat untuk Indonesia . Dengan demikian , demokrasi berdasarkan suara rakyat tidak selalu mengarah pada penguatan bangsa .

    Untuk beberapa analis politik , ini adalah gambaran dari faksi garis keras dalam TNI untuk mendorong keterlibatan lebih militer dalam politik sehari-hari di Indonesia .

    Kedua , TNI telah meragukan kemampuan pemerintahan sipil untuk memerintah . Korupsi dan imoralitas telah menjadi penyakit kronis dalam pemerintahan sipil . Akibatnya , peraturan politik tertentu bisa mengambil risiko stabilisasi nasional , seperti sengketa saat ini atas keabsahan UU No 42/2008 tentang pemilihan presiden dan wakil presiden . Sebagai kepala mantan intelijen militer , Soleman B. Ponto berpendapat , potensi kekacauan nasional tinggi , mengingat bahwa hukum itu diberhentikan oleh mahkamah konstitusi pada bulan Januari 2014. Jika kekacauan nasional berkembang , militer akan meluncurkan apa yang Ponto sebut sebagai " kudeta konstitusional " .

    Selain itu, selama wawancara pribadi saya pada tahun 2012 dengan mantan Staf Wakil Kepala Angkatan Darat , pensiunan Mayor Jenderal Kiki Syanahkri , ia menyatakan keprihatinan yang sama . Dia berpikir bahwa penurunan kualitas pemerintahan sipil dan dimaksudkan untuk mengambil langkah-langkah politik yang diperlukan untuk kembali ke versi asli UUD 1945 . Untuk mendukung idenya , Kiki dan perguruan tinggi di Asosiasi Pensiunan Angkatan Darat ( PPAD ) , mengusulkan untuk membentuk " dewan nasional " . Hal ini akan memungkinkan militer untuk secara sah terlibat langsung dalam politik . 
    Pernyataan-pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang kecenderungan tanpa henti militer untuk mengambil kesempatan untuk mempengaruhi atau bahkan untuk mengambil alih pemerintahan sipil .

    Demokrasi memungkinkan untuk setiap individu , terlepas dari latar belakang mereka , untuk menjalankan untuk kantor . Namun, setelah jatuhnya rezim otoriter dan awal konsolidasi demokrasi , sisa-sisa mantan rezim otoriter , termasuk militer , harus dibatasi untuk berpartisipasi dalam politik . Rezim ini sangat didukung oleh militer di Indonesia selama periode orde baru selama lebih dari 30 tahun . Sejarah ini dapat memberikan militer keinginan untuk kembali terlibat dalam sistem politik baru . Jika tidak, ada kemungkinan tinggi untuk militer untuk membawa kembali semangat otoriter , seperti di Mesir dan Thailand .

    Menurut konstitusi Indonesia , tokoh militer dapat mencalonkan diri untuk jabatan setelah mengundurkan diri dari tugas aktif . Namun, hubungan yang erat antara mantan perwira dan perwira aktif sulit untuk mengabaikan . Mantan perwira mendukung kepentingan inti dari institusi mereka . Ini lagi menimbulkan pertanyaan tentang masa depan reformasi TNI yang telah terhenti selama masa kedua Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) . Tiga bidang penting dari reformasi internal TNI bisa " diblokir " oleh mantan pejabat senior jika mereka terpilih .

    Pertama dan terpenting adalah semangat nilai-nilai hak asasi manusia di kalangan petugas . TNI telah secara global dikenal karena catatan hak asasi manusianya terhadap rakyatnya sendiri . Reformasi internal yang militer gagal untuk menangani masalah ini , terutama di provinsi Papua . Para calon militer cenderung membela mantan institusi mereka . Misalnya, penjara serangan oleh tentara pasukan khusus ( Kopassus ) yang menewaskan empat tahanan di Cebongan , menarik dukungan dan bahkan pujian dari Prabowo dan mantan jenderal lain , termasuk SBY . Selain itu, Pramono Edhie Wibowo baru-baru ini dipanggil untuk melupakan pelanggaran HAM masa lalu yang dilakukan oleh TNI .

    Wilayah kedua reformasi militer yang mungkin tersisa dibatalkan adalah reorganisasi atau bahkan likuidasi beberapa tentara komando teritorial di seluruh negeri . Banyak komando teritorial di tingkat daerah telah banyak diduga digunakan untuk kepentingan politik dan ekonomi . Sebagai seorang jenderal terkemuka selama hari-hari awal reformasi TNI , Wiranto mendukung dan membela keberadaan perintah . Pada hari ini , tidak ada calon militer mempertanyakan perintah ini dalam terang tuduhan penyalahgunaan untuk tujuan politik dan pelanggaran hak asasi manusia .

    Luas ketiga reformasi militer yang diperlukan adalah pengelolaan bisnisnya , terutama yang ilegal , seperti pembalakan liar , perjudian , dan bisnis keamanan . Tampaknya sulit untuk mengatasi masalah ini jika beberapa mantan jenderal terpilih pada bulan September , mengingat fakta bahwa militer masih sangat tergantung pada off- budget sumber daya .

    Mengingat ketidakpastian di tingkat nasional , demokrasi Indonesia bisa dibilang akan memungkinkan tokoh militer untuk melanjutkan peran mereka sebagai aktor politik yang menentukan seperti yang terjadi selama orde baru . 
     Sebaliknya , setelah era rezim militer yang kuat , negara-negara Amerika Latin tertentu telah menghasilkan banyak pemimpin populis yang kuat , seperti Lula Da Silva dan Dilma Rousseff di Brasil , Cristina Fernández de Kirchner di Argentina dan Evo Morales di Bolivia . Angka-angka ini dapat membatasi ambisi konstitusional militer di negara mereka . Mereka dapat menyalurkan aspirasi rakyat secara efektif untuk mendukung kebijakan pemerintah , bukannya membuka jalan kepada militer untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk memerintah .

    Politik Indonesia tidak pernah bisa keluar dari bawah pengaruh militer , dan pemimpin populis tertentu, seperti Jokowi dan Risma , juga tampak mengandalkan dukungan militer . Akibatnya , masa depan sistem demokrasi Indonesia masih belum jelas .

    Hipolitus Yolisandry Ringgi adalah sarjana tamu dalam Pembangunan Kesetaraan dan Studi Globalisasi di BCICS , Northwestern University , Evanston , Illinois , Amerika Serikat.

    Baku Tembak di Papua “TNI/POLRI-TPN/OPM Berlomba Jadi Selebritis”

    Baku Tembak di Papua “TNI/POLRI-TPN/OPM Berlomba Jadi Selebritis”

    Suara damai yang kini bergulir di Papua seakan menjadi angin lalu bagi kedua belah pihak. TNI maupun Polri terus berharap perlawanan dari TPN OPM di Papua terus ada agar semangat pengriman pasukan meningkat. Begitu pula tentara Papua ( TPN ) yang merasa terganggu dengan kehadiran aparat. Konfrontasi kedua kubu seakan bikin namanya memuncak di surat kabar maupun media elektronik akhir-akhir ini. Papua damai terkubur sejenak karena Papua diliputi kekerasan yang kian tak henti. Konflik bersenjata di Papua membuat kedua belah pihak bagaikan selebriti yang terus muncul.

    Saya sebut selebritis karena pendekatan senjata sama sekali tidak ada nilai positif bagi Papua. Bahkan, klaim-klaim yang sering dilancarkan sebagai asalan baku tembak sampai detik ini Papua tidak ada kemajuan kamtibmas maupun semangat perubahan yang dinantikan dari gelora kontak senjata. Justru kontak senjata hanya bikin nama dan korps kedua pihak yang kian menonjol di langit-langit konflik Papua.

    TNI maupun Polisi bilang tumpas separatisme. Padahal tindakan semcam itu hanya bikin subur calon-calon separatis di Papua. Pendekatan hukum dengan pakai senjata nyatanya Papua sekarang lumpuh penanganan hukum. Kenapa demikian? Masyarakat Papua adalah penduduk kultural. Hukum positif hanya akan menuai kasus-kasus baru.
    Nada sinis penolakan pendekatan kekerasan di Papua, salah satunya datang dari Pimpinan Wilayah muhamadiyah. Menurut  Irmawan Alfi, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Papua Barat, mengatakan dengan pengiriman Aparat Keamanan (TNI/Polri) itulah yang justru telah membuat masyarakat Papua menjadi trauma. Kondisi seperti itu, malahan membuat betapa rasa nasioanlisme masyarakat Papua sudah terasa tergadaikan oleh pemerintah Republik Indonesia, ujarnya.

    Selebritis Bersenjata

    Pendekatan damai Papua merupakan jalan yang haram bagi para pengangkat senjata. Walaupun dari sisi jumlah personil maupun peralatan perang, beda jauh. Tapi, hal inilah yang bikin penembakan di Papua kian tak teratasi. Wah, tidak seimbang saja susah diatasi apalagi kalau TPN dipersenjatai lengkap seperti TNI maupun Polisi?. Tentu saja hal aneh bagi publik bila ketidak seimbangan logistik terus dipelihara demi pengalihan isu. Ah, yang penting jadi selebriti di media masa toh?.

    Pendekatan senjata pun bertolak belakang dengan semangat mewujudkan Papua yang telah dicanangkan baik TPN maupun Pemerintah. Dimana kedua belah pihak sepakat membangun suhu perundingan sebagai solusi penyelesaian Papua. Terkait perundingan lihat laporan khusus saya disni.

    Berbeda dengan TPN/OPM ( yang sering muncul di media masa ), menyambut gayung kontak senjata dengan berbagai statemen. Perlu untuk klarifikasi masalah dari pihak TPN untuk menyeimbangkan pemberitaan. Hal ini yang bikin beberapa hari terakhir ini nama seorang Lamberth Pekikir muncul di permukaan. Sosok yang dibesar-besarkan oleh media masa ini memang “doyan” berkomentar di surat kabar walaupun dia ( Lamberth ) sendiri selama ini hanya tenang-tenang saja di markasnya. Dia cenderung memilih memamerkan pasukan dan persenjataanya kepada media.

    Begitu juga, kontak senjata dengan senjata modern patut dipertanyakan. Mengapa? ya, darimana senjata pasukan Papua didapat. Lalu darimana peluru di kirim ke markas Papua. Jalur distribusi Papua belumlah merata seperti di Indonesia bagian lainnya. Tapi harus ingat, TPN OPM sangat hati-hati mengeluarkan tembakan. Bagi mereka, satu peluru satu nyawa. Karena mendapatkan lima peluru saja bisa sampai satu tahun. Apalagi senjata sudah merupakan istri pertama setiap prajurit TPN yang memegangnya.

    SUMBER : http://hankam.kompasiana.com/2011/12/15/baku-tembak-di-papua-tnipolri-tpnopm-berlomba-jadi-selebritis-419153.html

    Proyek Pengalihan Isu TPN-OPM vs TNI-POLRI

    Proyek Pengalihan Isu TPN-OPM vs TNI-POLRI

    Baik TPN OPM maupun TNI POLRI sama-sama memegang prinsip masing-masing. Akibat kepala kras kedua kubu akhir-akhir inilah yang menyumbang surga konflik Papua kian membara. NKRI harga mati versus hidup Papua, dua kontradiksi yang sampai sekarang didominasi dengan saling klaim yang berujung pada kontak senjata. Terakhir baku tembak di perkampungan dekat tebing (dibalik gunung grasberg ) freeport, kampung Eduda Paniai Papua. Seorang polisi tertembak sedangkan 500 warga sipil setempat mengungsi ke huta untuk melindungi diri.

    Kontak senjata di Papua sengaja diangkat-angkat guna mencederai penyelesaian masalah Papua dengan jalan damai. Padahal, pemerintah Indonesia sudah komit dialog dengan pendekatan damai tetapi aktivitas kekerasan kian meningkat. Begitu pula TPN/OPM sama saja tidak ambil pusing dengan perdamaian. TPN yang dimaksudkan disini adalah yang cenderung muncul di surat kabar mengumbar statemen tak jelas arahnya dan sama sekali tidak tahu menahu proses yang dilakukan demi perundingan terwujud.

    Pengalihan isu memang meningkatkan pamoritas kedua kubu ( bersenjata ). Selebriti pun tak kalah penting dengan munculnya sosok TPN/OPM maupun TNI-POLRI yang terus mengudara. Karena tujuannya hanya untuk memenuhi target sebagai selebriti, maka tak salah bila penguasa yang berwenang memanfaatkan kedua kubu untuk dijadikan sapi perahan pengalihan isu semata.

    Ya, perundingan maupun dialog sudah diteken berbagai pihak sebagai solusi atasi Papua. Janganlah mengada-ngada bila ingin angkat senjata hanya untuk menjadi selebriti di media-media baik dalam negeri maupun luar negeri.

    sumber :  http://hankam.kompasiana.com/2011/12/15/baku-tembak-di-papua-tnipolri-tpnopm-berlomba-jadi-selebritis-419153.html

    Selebritis Bersenjata

    Selebritis Bersenjata

    TPN dipersenjatai lengkap seperti TNI maupun Polisi?. Tentu saja hal aneh bagi publik bila ketidak seimbangan logistik terus dipelihara demi pengalihan isu. Ah, yang penting jadi selebriti di media masa toh?.

    Pendekatan damai Papua merupakan jalan yang haram bagi para pengangkat senjata. Walaupun dari sisi jumlah personil maupun peralatan perang, beda jauh. Tapi, hal inilah yang bikin penembakan di Papua kian tak teratasi. Wah, tidak seimbang saja susah diatasi apalagi kalau

    Pendekatan senjata pun bertolak belakang dengan semangat mewujudkan Papua yang telah dicanangkan baik TPN maupun Pemerintah. Dimana kedua belah pihak sepakat membangun suhu perundingan sebagai solusi penyelesaian Papua. Terkait perundingan lihat laporan khusus saya disni.

    Berbeda dengan TPN/OPM ( yang sering muncul di media masa ), menyambut gayung kontak senjata dengan berbagai statemen. Perlu untuk klarifikasi masalah dari pihak TPN untuk menyeimbangkan pemberitaan. Hal ini yang bikin beberapa hari terakhir ini nama seorang Lamberth Pekikir muncul di permukaan. Sosok yang dibesar-besarkan oleh media masa ini memang “doyan” berkomentar di surat kabar walaupun dia ( Lamberth ) sendiri selama ini hanya tenang-tenang saja di markasnya. Dia cenderung memilih memamerkan pasukan dan persenjataanya kepada media.

    Begitu juga, kontak senjata dengan senjata modern patut dipertanyakan. Mengapa? ya, darimana senjata pasukan Papua didapat. Lalu darimana peluru di kirim ke markas Papua. Jalur distribusi Papua belumlah merata seperti di Indonesia bagian lainnya. Tapi harus ingat, TPN OPM sangat hati-hati mengeluarkan tembakan. Bagi mereka, satu peluru satu nyawa. Karena mendapatkan lima peluru saja bisa sampai satu tahun. Apalagi senjata sudah merupakan istri pertama setiap prajurit TPN yang memegangnya.

    Polda Papua Prioritaskan 7 Kasus Korupsi di Papua

    Polda Papua Prioritaskan 7 Kasus Korupsi di Papua

    Ilustrasi

    JAYAPURA, SMBitung.com – Direktur Reskrim Khusus Polda Papua Kombes Pol Ade Sutiana mengatakan pihaknya sedang memprioritaskan penanganan kasus korupsi di enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua dan Papua Barat.

    “Ke tujuh kabupaten dan kota itu adalah Kabupaten Merauke, Mimika, Boven Digoel, Sarmi, dan Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua. Sedangkan di Papua Barat yakni Kabupaten Fakfak dan Sorong Kota,” kata Ade Sutiana di Jayapura, Jumat (21/03/14).

    Untuk jumlah kasus di tujuh Kabupaten/Kota Papua dan Papua Barat, Ade Sutiana menjelaskan secara keseluruhan kasus korupsi yang ditangani sebanyak 91 kasus. Tahap kesatu sebanyak 10 kasus, P-18 sebanyak 17 kasus, berkas yang dinyatakan lengkap sebanyak enam kasus, dan proses penyidikan 58 kasus.

    “Dari 91 kasus itu, baru satu kasus yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka yaitu kasus di Sorong Kota dan akan menyusul tiga tersangka lainnya terkait dugaan penyalahgunaan uang milik negara. Namun secara mendetail kami tidak bisa bisa menyampaikan sekarang karena nanti tersangkanya melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” katanya.

    Ia menegaskan, kasus korupsi di Papua dan Papua Barat cukup tinggi sehingga penyidik juga harus lebih hati-hati untuk menanganinya. “Karena yang ditangani adalah masalah uang negara yang di salah gunakan. Nanti kalau para tersangkanya sudah ditangkap dan yang jelas siapa saja bisa dikenakan kasus koruspi sepanjang menggunakan keuangan negara, akan kita ungkapkan,” katanya.

    “Kami belum bisa membeberkan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus korupsi itu karena masih melakukan penyelidikan dan penyidikan serta mencari alat bukti lainnya,” katanya.
    Ade meminta kepada warga masyarakat untuk turut membantu melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kasus korupsi di tujuh kabupaten/kota itu. “Diharapkan ada peran positif dari warga masyarakat untuk membantu aparat dalam menangani kasus korupsi,” katanya.
    Sumber: ROL

    Tabrani Gelar Diskusi terbuka, Peringatan 14 Tahun Riau Merdeka

    Tabrani Gelar Diskusi terbuka, Peringatan 14 Tahun Riau Merdeka


    Prof. Dr.Tabrani Rab, tokoh Riau, kembali mendeklarasikan tuntutan Riau Merdeka. Deklarasi ini sebagai peringatan ke empat belas atas deklarasi pertama yang dia rilis pada 15 Maret 1999 silam.
    Acara ini digelar di kediaman Presiden Riau Merdeka Trabani Rab, di Jl KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Jumat (15/3/2013). Kegiatan ini hanya dihadiri beberapa mahasiswa anggota BEM dari beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru. Selain itu hadir juga sejumlah wartawan media cetak dan elektronik.
    Jumlah undangan yang hadir sekitar 40 orang. Hari ulang tahun Riau Merdeka ini diadakan sangat sederhana yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB.
    Tak ada acara khusus dalam dek larasi yang bertajuk “Melawan Lupa, Mengenang 14 tahun Daulat Riau” Hanya saja, Tabrani Rab, Anggota DPD RI Intsiawati Ayus dan Aktifis 1998, sekedar bercerita mengenang jalan panjang tentang tuntutan Riau merdeka.
    Jhoni Mundung selaku aktifis yang waktu itu mendampingi deklarasi Riau Merdeka kembali meluapkan kegelisahanya lewat puisi karangan Ws. Rendra sambil meneteskan airmata. Sembari menikmati makanan ringan, utusan mahasiswa dan aktivis lingkungan saling berdiskusi. Intinya, para mahasiwa dan aktivis lingkungan mengharapkan gerakan Riau Merdeka harus tetap berlanjut dengan jalan damai. Minimal, Memerdekan diri dari kebodohan dan kemiskinan. Para undangan yang datang diberi lembar foto kopi petikan sejarah tentang Menuju Riau Berdaulat yang ditulis Tabrani Rab atau yang akrab disapa Ongah.
    Yang mana isi petikan tersebut
    “Sudah lebih setengah abad kami menggantungkan hidup pada republik ini. Selama itu pula minyak kami dijarah. Tak setitik pun menetes di tanah kami. Sungai dan tanah kami tak lagi memberi hidup karena polusi. Sudah lebih seperempat abad tanah kami dijarah sebagai konspirasi pusat dan konglomerat. Maka hari ini, kami putuskan untuk mementukan nasib kami sendiri. Kami telah mulai menukilkan sejarah kami dalam lembaran yang baru akan hak-hak kami, indentitas dan tradisi kami dengan jalan damai. We are beginning to think, we are writing the new chapter of history, to demmand our right, take on our duties, and defend our identity and our tradition, with Peace. Pekanbaru 15 Maret 1999″
    Di akhir acara, Intsiawati Ayus yang akrab disapa Datin mengungkapkan kekecewaanya kepada awak media terhadap pemda yang tidak pro terhadap rakyat. “Ini moment yang pas untuk bertanya kepada diri kita masing masing, seperti apa figur pemimpin Riau mendatang, apakah benar benar mewakili aspirasi masyarakat atau tidak. Jangan sampai, Kekayaan alam yang ada di Riau tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat ” Tutupnya.***
    Dikirim oleh: Ridwan
    16 Maret 2013 – 16.00 WIB >RiauPos
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg
     photo SALAMPEMBEBASANDANREVOLUSI_zpsbdffla8q.gif