photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ★★★Berita Duka ★★★

     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    ★★★Radar Malang★★★

    Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

    Untukmu Mahasiswa, Bebaskan Kampus Papua!

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Untukmu Mahasiswa, Bebaskan Kampus Papua!

    Tidak terciptanya demokratisasi kampus adalah bukti bahwa kaum borjuis kampus menjadi predator kolonialisme yang tidak mampu memberikan jaminan kebebasan berekspresi, berorganisasi dan berpendapat dimuka umum, apalagi memenuhi hak pendidikan yang layak bagi Mahasiswa -Realitas Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (UNCEN) adalah bukti yang mengharukan diatas negeri yang (katanya) beredar dana triliunan rupiah.




    Akar persoalan yang harus dipahami Mahasiswa adalah para borjuis kampus yang mengendalikan institusi pendidikan telah tunduk pada ide-ide kolonialisme Indonesia. Para borjuis ini memaksa pendidikan di Kampus untuk terus melanggengkan kekuatan kolonialisme. Kita harus sadar bahwa para borjuis kampus ini adalah produk kolonialisme. Mereka dilahirkan melalui Pendidikan sejarah, ekonomi, politik, tehnologi, dsb., sejak pendudukan kolonialisme, dan diorientasikan untuk mendukung praktek kolonialisme dan aktivitas produksi para kapitalis diatas tanah West Papua. 



    Kita harus sadari bahwa Institusi pendidikan Indonesia di Papua adalah bagian dari aparatus penjajah yang berbentuk non-fisik, yakni represi ideologi. Dibawa penjajah Indonesia, institusi pendidikan di Papua telah berperan menyebarkankan ideologi kolonial dan kapitalis;ikut membenarkan dan melegitimasi sistem kolonialisme Indonesia. 

    Institusi pendidikan Indonesia juga memproduksi sikap (attitude) dan tingkah laku (behavior); mempersiapkan para peserta didik—mulai dari SD hingga universitas—agar kelak siap menjadi pekerja-pekerja yang memperkuat sistem kolonial dan industri-industri kapitalis. Mereka mengajarkan agar menerima dan taat pada praktek penjajahan dan eksploitasi; menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk menjadi agen kolonial dan kapitalis: menjadi borjuis birokrat Indonesia, Politisi, manajer, administrator; mengajari mereka bagaimana mempergunakan keahlian dan daya kerjanya sebagai agen kolonial dan kapitalis.
    Upaya radikal Yason Ngelia, Samuel Womsiwor, dan kawan-kawannya melalui BEM Uncen merupakan gagasan dan gerakan melawan campur tangan penguasa kolonial, dan menyelamatkan pendidikan dan institusi kampus dari pengaruh penguasa kolonial. Para borjuis kolonial yang secara struktural beranak-pinak dalam institusi Kampus Uncen harus dibersihkan dengan kesadaran gerakan Mahasiswa itu sendiri. Gerekan dan gerakan! Yakni mengorganisir dan berorganisasi untuk melawan realita yang bobrok dalam institusi dan sistem pendidikan kolonial.

    Mahasiswa Papua harus sadar dan berdiri bersama untuk merubah watak borjuis kampus yang menindas menjadi kampus yang membebaskan. Jangan mau dibelenggu oleh ide-ide hegemoni kolonial yang cenderung malas, oportunis, individual, sombong, reaktif dan anti-kritik. Lawan dunia kampus yang gagal melahirkan generasi revolusioner. Lawan dunia kampus yang hanya menjadikan mahasiswa sebagai lahan kapitalisasi dan bandar penguasa kolonial.
    Victor Yeimo 
    Penjara Abepura
    Situs ini milik Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komute Kota Surabaya-Malang, copyright@SPM News Group Online Services dan dikelolah oleh Biro Pendidikan dan Propaganda.ring when initialized






    Patriot Papuan Morning Star

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta WPNews - SPMNews Group Online
    Patriot Papuan Morning Star
    When Erik *)
    Death is not what you fear
    Death is nothing you avoid
    Death is not the engraved terjahu for Morning
    You willingly tortured
    You are willing to be persecuted ...
    You are even willing to die
    For the sake of your curly mock
    For the sake of your curly spat
    For the sake of your curly threatened
    You are like a candle
    You torch the home country of Papua
    You are the foundation of generations of thinkers
    Your name will always uphold our
    We will follow your thinking
    Passion will grow in our souls
    Thank encouragement Papua generation
    Thought and fighting spirit will never fade
    Thank you Mr. THEYS ELUAY
    Thanks Mr. Kelik Kwalik
    Thank You All Patriot Morning
    *) The author is a student from Sorong Poetry, Domberai, Papua.

    Kata-Kata Biak Revolusi Versi TPN-OPM Papua

     Kata-Kata Biak Revolusi Versi TPN-OPM Papua


    Hadapi segala sesuatu dengan tenang..
    Jangan emosional.
    Jiwa yg besar adalah semangat yg dpt membakar nurani utk tetap melihat dan menatap ke massa depan, krn Kita akan berjalan sampai ke tempat tujuan dan di sana talit itu akan di labuhkan dan menjadi sauh yg kuat tak tergoncangkan.

    Amiin.

    PUISI - SANG PEJUANG (Untuk mengenang para pejuang)

     SANG PEJUANG (Untuk mengenang para pejuang)

    Untuk mengenang para pejuang Papua

    Ketika aku terpenjara di dalam keheningan,
    memoriku terputar tentang engkau,
    engkau tetap semangat meski jalan berliku,
    suka duka didalam hidup telah kau rasa.

    Ku kenang wahai pejuang,
    langkahmu tegar hadapi kerasnya hidup,
    harimu penuh cerita perjuangan,
    penjara bagian dari kisahmu,
    semangatmu tak mati oleh batasan pandangan.
    Banyak cerita kisah usang jadi inspirasi,
    banyak jejak yang sempat kau bagi,
    menjadi kekuatan yang berarti,
    masih ada harapan walau kini tinggal nama,
    perjuangan masih jauh, kau telah mendahului,
    tapi jiwa semangatmu terus hidup.

    Api semangat perjuangan tak akan pernah padam,
    ada yang pergi ada pula yang datang,
    tetap abadi terkenang wahai kau sang pejuang,
    gerak perlawanan tak akan berhenti walau nyawa jadi taruhan,
    sampai cita-cita kebebasan kita tercapai.

    selamat jalan,
    wahai pejuangku,
    patriot bangsa,
    pahlawan sejati.
    Karya:Natho. M Pigai
    BDG:03/11/2013

    PUISI - LUKA : AMP Kk Malang Raya

    PUISI - LUKA : AMP Malang Raya

    LUKA


    Foto  Puisi Kutipan Pena (NP/SK)

    Terkenang semua luka
    Membekas cukup lama
    Tersimpan semua duka
    Berharap semua akan sirna

    Mengapa harus ada cinta…
    Awalnya berbalut canda tawa
    Berakhir dengan air mata berdarah
    Dan selalu berselimut derita di negeri west papua

    Mengapa harus ada penindasan
    Mengapa harus ada pembunuhan
    Mengapa harus ada penyiksaan
    Di Negeri West Papua……

    Jika kita tak bersalah
    Jika kau selalu memperkosa alam dan Manusia Papua
    Ku yakin, ada waktu-Nya
    Yang engkau akan rasakan..
    Luka berat di bahumu
    Sang militeris Kolonial melayu….
    Karya,Natho M, Pigai

    PUISI - AMP Malang Raya : UNTUK-MU MAMA PAPUA

    PUISI - AMP Malang Raya : UNTUK-MU MAMA PAPUA

    UNTUK-MU MAMA PAPUA


    Foto doc Puisi Kutipan Pena (NP/SK)


    Tangisan Seorang Yatim di Medan Perjuangan
    Mama papua…. Telah sekian lama aku mengembara di rimba…
    Telah sekian lama aku mengasingkan diriku di negeri orang..
    Telah sekian lama aku mencari perdamaian di negeri sana
    Dalam perjalanan pengembaraan ini aku telah kehilangan…..
    Kehilangan mereka……
    Om, kaka, adik, saudara-saudaraku, teman-teman-ku….
    Tulang-tulang mereka telah berserahkan di hutan..
    Di lubang batu…
    Di lubang tanah….
    Di kota-kota ….
    Bagaikan binatang liar diatas tanahnya sendiri…
    bagaikan anak yatim di negeri orang….
    Tuhan…. Mengapa, mengapa…
    Engkau ciptakan tanah ini..
    Engkau lahirkan kami di atas tanah ini…..
    Apakah hanya untuk lahir dan mati….?
    Kepada siapakah siapa aku harus mengeluh…
    Karena semua orang sekelilingku menutup telinga dan mata mereka…
    Aku ingin kembali ke alam Papua….
    Aku ingin menemukan rumah Perdamaian….
    Aku ingin bersamamu….
    Aku ingin berada di sisinya,. apapun situasi, kondisi, medan…… aku tidak peduli…..

    Hai mama Papua, kekasihku…….
    Dengan berat hati aku meninggalkan-mu sekian lama…
    Aku harus pergi…. Aku harus melawan….
    Sampai kapapun, apapun situasinya…
    untuk menemukan rumah perdamaian itu berada…
    Kuatkanlah hatimu….., berteguh kepada janji kita diatas tanah Leluhur…


     K; Natho M. Pigai Tgl,5 Agustus,2013

    PUISI : RINDUKU PADA KEBEBASAN, Oleh Tn. Jnd. Goliath N. Tabuni

    PUISI : RINDUKU PADA KEBEBASAN, Oleh Tn. Jnd. Goliath N. Tabuni

    RINDUKU PADA KEBEBASAN


    Foto Goliath Tabuni/Pejuang Papua

    Sejak aku di lahirkan,
    dari sebuah rahim kehidupan,
    tercipta sebuah dahaga,
    rindu kedamaian di ujung kramaian.

    Seraut khayalan menjelma,
    tetang hidup dalam keadilan,
    darah manusia di peraduan jaman,
    berus bergelora.

    Tanpa ada kejujuran tiada aka nada perdamaian,
    rinduku pada keadilan dan kebebasan,
    tatap surnya hempaskan kesombongan,
    hidup tidak jadi kehormatan,
    menantang kelam kehidupan.

    Aku akan terus berjuang,
    di belantra dan hutan negeriku sendiri,
    menatap kedamaian,
    meraih kebebasan bangsaku,
    salam bangsaku.


    Puisi Papua - Abepura, 06/05/13
    Honaratus Pigai
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg
     photo SALAMPEMBEBASANDANREVOLUSI_zpsbdffla8q.gif