photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ★★★Berita Duka ★★★

     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    ★★★Radar Malang★★★

    Tampilkan postingan dengan label Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua. Tampilkan semua postingan

    AMP : Kami Akan Terus Berjuang Sampai Papua Merdeka

    Kami akan terus Berjuang Sampai Papua Merdeka


    Isu yang kini tidak asing lagi adalah  kalau rakyat Papua ingin menentukan nasibnya sendiri. Ini dapat kita lihat dari berbagai media-media yang memberitakan masalah Papua dari berbagai sisi, juga dari berbagai informasi yang sekarang sedang terjadi dan sedang memanas di seluru penjuru dunia.



    Tidak heran juga, masalah Papua sudah merupakan masalah global, masalah internasional, di dunia. Orang Papua selalu memperjuangkan hak-hak untuk merebut kemerdekaan penuh melalui forum-forum terbuka maupun tertutup. 
    Itu semua  usaha orang Papua: berjuang dan dengan berbagai cara  merebut kemerdekaan adalah upaya orang Papua memenuhi hak, sebagai bangsa West Papua.


    Kita bisa melihat kembali masa sejarah singkat mengenai Papua di dalam pangkuan NKRI. Orang Papua ditindas, dibunuh, dianeksasi dan dilecehkan kedaulatannya, dan dicaci maki orang Papuanya oleh NKRI melalui aparat pemerintah, terutama militernya di atas tanah Papua.


    Kami (AMP) tidak bisa jelaskan pelanggarannya satu per satu, karena itu semua sudah jelas dan pastinya semua sudah tahu kalau Papua sedang terjadi seperti demikian. Sejarah yang membuktikan bahwa sejarah perjuangan Bangsa Papua lebih lama dan lebih panjang dibandingkan sejarah bangsa indonesia. Sekarang yang terjadi adalah negara indonesia tidak mau mengakui kalau Bangsa Papua ingin menentukan nasib sendiri. 
    Apa maunya Indonesia? Dan sampai sekarang, mengapa Bangsa Papua masih di dalam bingkai NKRI, padahal, sebagai sebuah bangsa, West Papua berhak menentukan nasibnya sendiri?


    Kita bisa lihat dan sangat jelas pada awal Bangsa Papua dijajah negara Indonesia pada tahun 1963 sampai sampai saat ini. Selama puluhan tahun penjajahan bangsa Indonesia, ada banyak sekali negara-negara luar yang sudah merdeka. Dan itu sudah lebih dari puluhan negara yang sudah menentukan nasibnya sendiri. Padahal penjajahan bangsa Indonesia terhadap Papua sudah sangat lama. Indonesia telah buat orang Papua menderita dan menderita karena setiap hari dibunuh, diperkosa, disiksa.  Paling sangat di sayangkan sekali. Apa yang membuat bangsa indonesia sangat cinta kepada Bangsa West Papua? Tidak lain kalau itu karena kepentingan ekonomi dan politik bangsa indonesia.


    Bukankah di dalam Pancasila sudah tercantum di dalam sila ke-5 yang berbunyi, Keadilan sosial bagi seluru rakyat Indonesia." Bukankah juga di dalam UUD 1945 sudah ditegaskan kepada bangsa indonesia pada Alinea I (pertama) yang berbunyi, Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Mana buktinya?


    Manusia memiliki akal budi yang sudah diciptakan Tuhan. Manusia yang sempurna memiliki akal budi dan bisa berfikir secara sehat. Mana yang baik dan mana yang tidak baik. tetapi apa yang dilakukan pemerintah indonesia, UU ko yang dibuat sendiri tetapi yang dilanggar juga sendiri.


    Dari dahulu, pembunuhnan demi pembunuhan terjadi. Penyiksaan. Pemerkosaan, sudah banyak kasus.  Semua itu jadi bukti kata-kata jenderal TNI, Ali Murtopo yang mengatakan: Bila orang Papua ingin merdeka, surati Amerika Serikat agar bangsa Papua diantar ke bulan untuk merdeka di bulan. Atau mencari pulau lain di fasisfik untuk merdeka di sana. Artinya, Ali Murtopo mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh orang Papuanya, hanya butuh tanah Papua yang kaya raya. Terbukti dengan eksploitasi besar besaran,dimulai dengan PT. Freeport, tanpa meningkatkan kesejahteraan orang Papua.


    Tetapi ingat bangsa Indonesia, selama Bangsa Papua masih berdiri di atas tanah Bangsa Papua, selama Bangsa Papua masih banyak pelajar-pelajar muda, pejuang mahasiswa, aktivis, dan pejuang-pejuang bangsa Papua, kami akan terus berusaha menegakkan kebenaran sejarah, dan menunjukkan pada dunia, rekayasa yang kau buat, demi tanah Papua, bukan manusia Papua.
    Walau politik kelas wahid dan kasta tinggi bagaimana pun yang kau gunakan, masalah Papua tidak akan pernah selesai hingga bumi ini kiamat. Kami tahu kami berada pada jalur kebenaran, dan kami akan berjuang untuk membuatmu masuk surga, setidaknya dengan berjuang agar kau (RI)  mengakui dosa-dosa politikmu di masa silam  terhadap  Bangsa West Papua.


    Karena kami tahu, kebenaran dapat disalahkan, seperti keberhasilanmu memanipulasi sejarah kedaulatan bangsa kami demi ekonomimu, tetapi kebenaran tidak dapat dikalahkan. Artinya, kami tahu, di ujung sana, ada kemerdekaan sebagai penegakan kebenaran sejarah bangsa kami, buat bangsa  kami, West Papua menanti kami: Papua Merdeka!

    Creaed By     : Michael Kudiai, Aliansi mahasiswa Papua (AMP) 
    Publisher By : Admin AMP


    Hampir Semua Warung Internet Se-Jayapura Dikuasai Anggota Intel Kodam dan Polda Papua

    Hampir Semua Warung Internet Se-Jayapura Dikuasai Anggota Intel Kodam dan Polda Papua

    Laporan: Wimalom SPMNews- Pasca bentrokan di depan kampus Uncen Abepura antara para pendemo dan aparat keamanan pada tanggal 16 Maret 2006 yang lalu. BIN serta semua institusi Intelejen Republik Indonesia lainnya sedang bekerja keras untuk menangkap dan para Mahasiswa Papua khususnya mereka yang berasal dari Pegunungan. Hal ini terlihat jelas pada siang dan malam hari…

    IPMAPA : JANGAN BUNGKAM ASPIRASI MAHASISWA


    PENANGKAPAN MAHASISWA DI KAMPUS UNCEN (JUBI/APRILA)
    Surabaya, 10/11 (Jubi)Ketua Ikatan Mahasiwa Papua, Kota Studi Jogjakarta, Demianus Nawipa, mengatakan tindakan pihak aparat keamanan yang melakukan penangkapan terhadap sejumlah mahasiswa yang sedang melakukan demo damai adalah upaya untuk pembungkaman aspirasi rakyat Papua.
    “Mahasiswa adalah tulang punggung masyarakat dan pemerintah, sehingga kebebasan untuk berekpresi bagi mahasiswa tak perlu dibungkam,”Ujar Demianus Nawipa, minggu (10/11), melalui telepon genggam, lantaran menyikapi penangkapan terhadap beberapa mahasiswa di kota Jayapura.

    Lanjut Demianus, aparat keamanan menangkap mahasiswa secara sewenang-wenang sama halnya dengan sedang membunuh karakter seorang intelektual di lingkungan kampus. Sehingga, kata Nawipa, harus membebaskan bagi yang telah ditahan di balik trali besi ini tanpa syarat.

    “Sangat tidak wajar seorang mahasiswa ditahan dan dipenjarakan di bui. Secara tidak langsung aparat keamanan sedang membunuh karakter mahasiswa,” tukas mantan sekertaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) Manokwari ini.
    Kata Demianus, dirinya sangat prihatin atas penangkapan mahasiswa yang menyatakan aspirasi secara damai. “Era demokrasi malah ruang demokrasi dibungkam. Ibaratnya kita sedang hidup dizaman primitive,”Ungkapnya.

    Menurut Nawipa, Penangkapan terjadi dihadapan pimpinan (Rektor) Universitas Cenderawasih (UNCEN). Sehingga, sebagai pimpinan kampus, Rektor harus bertanggungjawab terhadap persoalan ini. “Lembaga Uncen jangan berdiam diri. Harus bertanggung jawab. Ini persoalan serius,”Pungkasnya.
    Sebelumnya, lima belas mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (Gempar) Papua diciduk  aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jayapura pada saat melakukan demonstrasi menolak kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Plus di halaman Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis (7/11) pagi. Dari kelima belas pendemo yang diamankan, salah satunya merupakan YN, tersangka penganiayaan terhadap rekan mahasiswa di Perumnas III, Waena Uncen Atas. (Jubi/Hendrik O. Madai)
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg
     photo SALAMPEMBEBASANDANREVOLUSI_zpsbdffla8q.gif