photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :

 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
Marilah Berjuang Dengan Sunguh-Sunguh Dan Serius, Setia, Jujur, Bijaksana, Aktif Serta Kontinuitas. Diberdayakan oleh Blogger.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ★★★Berita Duka ★★★

     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    ★★★Radar Malang★★★

    Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivas. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivas. Tampilkan semua postingan

    Hendaklah Kamu Sehati, Sepikir, Satu Jiwa, Satu dalam Kasih dan Satu Tujuan Untuk Papua Merdeka

    ORANG PAPUA HARUS BERSATU, BARU BISA MERDEKA

    Para pemateri dan moderator dalam diskusi dan seminar Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia(AMPTPI) di ruang pertemuan Asrama Mahasiswa Mimika, Waena Jayapura.(Jubi/dam)
    Jayapura, 22/3 (Jubi)-Saat ini orang Papua masih belum bersatu. Masing-masing mau bikin diri jadi presiden. Padahal, untuk mencapai semua itu mestinya orang Papua harus bersatu dan duduk bersama untuk bicara agar bisa merdeka. Semua masih mau jalan sendiri dan orang Papua saling baku tipu di antara mereka sendiri.
    Hal ini diungkapkan pejuang HAM Mama Yosepha Alomang , saat menjadi narasumber dalam Seminar dan Diskusi Publik “Memperjuangkan Keberpihakan Demokrasi bagi Rakyat Bangsa Papua Demi Terciptanya Keadilan dan Perdamaian” yang dilaksanakan oleh Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia(AMPTPI) di Asrama Mahasiswa Mimika, Sabtu(22/3).
    “Konflik yang terjadi di Timika sebenarnya hanya untuk kepentingan orang lain seperti pemerintah RI, bupati, Freeport dan juga TNI dan Polri. Justru masyarakat yang jadi korban: saudara bunuh saudara dan bapak menantu,,”kata Mama Yosepha Alomang.
    Dia menambahkan sebagai orang Amungme, mereka juga punya hukum adat yang sama dengan 10 perintah Allah. Jadi, jangan kira mereka tidak memiliki aturan tersebut. “Jadi saya pikir tidak mungkin anak-anak mau membunuh dorang punya bapak mantu atau saudara mereka sendiri,”kata penerima penghargaan HAM dan penghargaan Lingkungan Hidup Internasional itu.
    Dia menegaskan kepentingan pihak lain menyebabkan  orang Papua saling membunuh atas nama perang atau konflik. “Karena itu saya mengingatkan agar mari kitorang bersatu agar Papua bisa bicara bersama untuk Papua bisa Merdeka,”katanya
    Markus Haluk, Sekretaris Jenderal AMPTPI, mengatakan bahwa orang Papua saat ini tipu Papua atau ‘Patipa’ (Papua Tipu Papua), Papua Makan Papua (Pamapa), dan Papua Bunuh Papua (Pabupa).”Karena itu, bagi saya dialog bukan tujuan, referendum bukan tujuan dan merdeka juga bukan tujuan,”katanya seraya menegaskan kalau itu semua merupakan jalan menuju kota emas dan itu semua harus dipahami.
    Markus mengatakan, jalan menuju kota emas harus dipahami oleh semua orang Papua sehingga tetap bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
    Sementara itu salah satu pembicara lain, Ester Haluk, menegaskan di Papua bukan hanya aparat keamanan saja yang menjadi aktor represi terhadap ruang demokrasi saja tetapi elite Papua di birokrasi juga sangat alergi terhadap protes dan kritik dari masyarakat yang kritis. “Mereka berkolaborasi dengan pihak keamanan dalam menangani berbagai bentuk terror,ancaman dan intimidasi,”katanya.
    Dia menambahkan pemberangusan hak berdemokrasidi Papua sudah memuncak,dengan pameran kekuatan militer secara full saat mengawal semua proses maupun aksi damai yang biasa dilakukan kelompok-kelompok pro demokrasi di Papua.
    “Salah satu bukti nyata adalah pengerahan pasukan dengan perlengkapan lengkap plus panzer dan baracuda untuk mengawal aksi protes mahasiswa. Mereka juga melolakalisir mahasiswa untuk melakukan aksi hanya di lingkungan kampus saja,”katanya.
    Bukan hanya itu saja. Menurut Ester Haluk, izin melakukan aksi damai memprotes kebijakan yang merugikan masyarakat Papua sudah mulai sering tidak diberikan oleh Polda Papua dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Celakanya lagi, kata Ester, aksi protes mahasiswa dalam mengkritisi kebiajakan juga dilindas dengan kekuatan militer dengan Memori of Understanding (MoU) antara pihak kampus dengan Polda Papua untuk menahan dan menangkap mahasiswa yang dianggap memotori aksi protes yang dilakukan kaum muda Papua yang juga mahasiswa.
    “Kasus terbaru yang saat ini terjadi adalah terror dan intimidasi terhadap Yusak Reba, akademisi Uncen yang menggunakan kapasitasnya sebagai akademisi untuk berbicara,”katanya.
    Dia mengatakan kebijakan-kebijakan negara juga telah dipakai dalam merepresi ruang demokrasi. “Banyak kebijakan negara yang cenderung mengutamakan negara dan merugikan masyarakat termasuk orang Papua,”katanya
    Ditambahkan pertama UU Tentang Organisasi Masyarakat/Ormas yang ditetap dalam UU No:8 Tahun 1985 yang diperbarui dalam UU No.17 Tahun 2013 meski telah menuai banyak protes tetap disahkan oleh DPR RI dan diberlakukan di seluruh Indonesia. “Ini artinya kebebasan berorganisasi dan mengeluarkan pendapat menjadi tabu, jika dilakukan oleh organisasi yang tidak terdaftar di Kesbangpol,”katanya.
    Kebijakan kedua lanjut dia adalah penetapan UU Anti Terrorisme lewat UU No 15 Tahun 2003 memberi akses penuh kehadiran militer untuk kembali bermain di ranah publik.”Dalam undang-undang ini laporan inteleijen menjadi dasar kuat untuk penangkapan terhadap aktivis demokrasi yang terlebih dahulu diberi label melakukan kegiatan separatis,”katanya.
    Dana-dana dari luar negeri kata dia dengan kebijakan sentralistik dana-dana donor dari lembaga-lembaga di luar negeri ke Indonesia harus melalui kebijakan satu pintu dan juga memberikan akses kepada Badan Intelijen Negara(BIN) untuk memata-matai semua masalah finansial dari lembaga non pemerintah yang fokus mengangkat isu-isu Sipil Politik(Sipol) mau pun Ekosob.(Jubi/dominggus a mampioper)

    AMP - GP3PB - Jiwa Patriot Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

     AMP -GP3PB -  Jiwa Patriot Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) - Gerakan Pembebasan Perempuan Papua Barat (GP3PB)


    Tetap berjiwa patriot. Semangat yg patah meremukan tulang tetapi Selaras dgn surga membuat kita tenang menghadapi ancaman badai. 


    Menungguh kehendak Tuhan adalah baik sebab mendahului Tuhan akibatnya kacau. 

    Perlahan namun pasti, Kalah nasi hal yg biasa tapi kalah aksi membuat lawan membaca pergerakan.

    Maka dari itu : boleh kalah nasi tapi jgn kalah aksi. 

    Bersatu utk Tujuan Revolusi Total Papua Barat

    (Kanggerakmati)

    TPN-OPM vs TNI-POLRI

    TPN-OPM vs TNI-POLRI
    Hujatan, ancaman, tekanan, tindakan, target bahkan DPO sekalipun tak membuat jiwa kami menciut..!!

    Bukan oknom yg berkuasa menahan angin tapi Sang khaliklah yg punya otoritas.

    Takan mundur selangkah, setapak bahkan sejingkal pun tdk, dan akan tetap setia sampai garis akhir.

    Siapapun dia harus tunduk di bwh penguasa teritorial. dibwh pembelaan Tuhan kami siap menghadang.

    Bersatu utk Tujuan Papua Merdeka

    Kata-Kata Biak Revolusi Versi TPN-OPM Papua

     Kata-Kata Biak Revolusi Versi TPN-OPM Papua


    Hadapi segala sesuatu dengan tenang..
    Jangan emosional.
    Jiwa yg besar adalah semangat yg dpt membakar nurani utk tetap melihat dan menatap ke massa depan, krn Kita akan berjalan sampai ke tempat tujuan dan di sana talit itu akan di labuhkan dan menjadi sauh yg kuat tak tergoncangkan.

    Amiin.

    PUISI : RINDUKU PADA KEBEBASAN, Oleh Tn. Jnd. Goliath N. Tabuni

    PUISI : RINDUKU PADA KEBEBASAN, Oleh Tn. Jnd. Goliath N. Tabuni

    RINDUKU PADA KEBEBASAN


    Foto Goliath Tabuni/Pejuang Papua

    Sejak aku di lahirkan,
    dari sebuah rahim kehidupan,
    tercipta sebuah dahaga,
    rindu kedamaian di ujung kramaian.

    Seraut khayalan menjelma,
    tetang hidup dalam keadilan,
    darah manusia di peraduan jaman,
    berus bergelora.

    Tanpa ada kejujuran tiada aka nada perdamaian,
    rinduku pada keadilan dan kebebasan,
    tatap surnya hempaskan kesombongan,
    hidup tidak jadi kehormatan,
    menantang kelam kehidupan.

    Aku akan terus berjuang,
    di belantra dan hutan negeriku sendiri,
    menatap kedamaian,
    meraih kebebasan bangsaku,
    salam bangsaku.


    Puisi Papua - Abepura, 06/05/13
    Honaratus Pigai
     
     photo bendera-bintang-kejora-dan-cewek-bule-jpg1_zps4a30c64f.jpg
     photo SALAMPEMBEBASANDANREVOLUSI_zpsbdffla8q.gif