photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :
Home » , , , , » Gen. TRWP Mathias Wenda sebagai seorang Kepala Suku Wenda-Tabuni dan Wenda-Kilungga

Gen. TRWP Mathias Wenda sebagai seorang Kepala Suku Wenda-Tabuni dan Wenda-Kilungga


Kepala Suku Perang TRWP / WPRA
Tentara Revolusi West Papua (TRWP) atau West Papua Revolutionary Army (WPRA) dengan kampanye-kampanyenya untuk Papua Merdeka sejak tahun 2000 yang dicap sebagai sebuah “Koteka Revolution” ialah saudara kembar dari Bougainville Revolutionary Army (BRA) dengan julukannya “Coconut Revolution”. Julukan “koteka revolution” diberikan oleh seorang aktivis sekaligus penulis bernama Paul Kingsnorth dalam bukunya “One No, Many Yeses: An investigative journey though the anti-globalisation movement“. Buku ini menarik karena merangkai dan meringkas berbagai gerakan kemerdekaan dan gerakan menentang imperlialisme dan neo-kolonialisme di seluruh muka Bumi. Saat datang ke West Papua waktu itu, Paul Kingsnorth ditemani oleh Benny Wenda dan kawan-kawannya di Tanah Papua dan melihat warna perjuangan Papua Merdeka setelah tahun 2000 diwarnai oleh gerakan-gerakan seperti pendirian dan perjuangan oleh Koteka Tribal Assembly atau Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK) di mana Benny Wenda ialah Sekretaris-Jenderal-nya. Warna perjuangan ini menarik, karena warna revolusi koteka sangat kental sejak pembentukan DeMMAK dan gerakan yang dipimpin oleh Benny Wenda dan koleganya.

Semenjak Gen. TRWP Mathias Wenda sebagai seorang Kepala Suku Wenda-Tabuni dan Wenda-Kilungga merasa bertanggungjawab atas hargadiri dan martabat bangsanya dan mulai memperjuangkan kemerdekaan West Papua, dan perjuangannya dilalui dengan berjalan kaki dari Lembah Baliem sampai ke Bewani, Vanimo, Papua New Guinea dengan cara bergerilya sepanjang Rimba Raya New Guinea, sepanjang itu ia telah berdoa agar suatu waktu kelak, anak dan cucunya akan berjuang melanjutkan posisi dan perjuangannya dengan gerakan-gerakan politik di pentas politik dan diplomasi global. Cita-cita itu tercapai sudah dengan pengutusan Benny Wenda ke Eropa untuk menggalakkan kegiatan-kegiatan diplomasi dan politik Papua Merdeka.

Sampai dengan hari ini General TRWP Mathias Wenda memiliki tiga buah “noken” yang penuh dengan Surat-Surat dari para diplomat Papua Merdeka di luar negeri, antara lain dari Nicolaas Jouwe, Hendrick Jacob Prai dan Seth Jafeth Roemkorem (alm.). Menurutnya,
“Surat-Surat ini mereka kirim, isinya penuh dengan janji-janji Papua Merdeka, lengkap dengan tanggal dan bulan, lengkap dengan perintah apa yang harus dilakukan gerilyawan di Rimbaraya New Guinea. Akan tetapi semua ini merupakan tipu-daya. Saya ditipu oleh sesama pejuang sendiri. Sekarang, saya angkat dan mengambil sumpah kalian, anak-anak yang saya lahirkan dengan Koteka saya sendiri, untuk membenahi semua penipuan ini, supaya bangsa ini mengakhiri saling menipu.”


Dalam bahasa Lani katanya,
“Yogok Nayo paga ndakinakirak aret mepinagagi ti, kit kinewewi logwe a’nduk nogogwarak pu’lit-pu’lit yo’nogwe nagarak ti ndak-ndak kit togop yo’nirirak mage pigi. Nayo paga, koteka yugu logonet ndakinakirak me, kiniki tebe yinuk, kinur tebe yinuk, yabu yi pipak erino. Ap ndogwe waganogo pegarak yigi ndegenogo worawok nen. Pipak erino, nawot-naput”
Share this post :