photo fgr_zpsa263fa65.gif

Headlines News :
Home » , , , , , » Hak Menentukan Nasib Sendiri adalah Solusi DemokratisBagi Banagsa Papua

Hak Menentukan Nasib Sendiri adalah Solusi DemokratisBagi Banagsa Papua

Hak Menentukan Nasib Sendiri adalah Solusi DemokratisBagi Banagsa Papua

Aliansi Mahasiswa Papua menggelar aksi di bundaran Tugu Kota Malang (Foto: Igonesia/MT)
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi di bundaran Tugu Kota Malang (Foto: Igonesia/MT)
MALANGTIMES – Aliansi Mahasiswa Papua menggelar aksi, menuntut kebebasan hak dan menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua. mereka berjalan kaki dari Stadion Gajayana menuju bundaran Tugu Kota Malang.

Aksi yang di ikuti puluhan mahasiswa itu mendapat pengawalan ketat pihak TNI dan Polri, karena sempat membentangkan spanduk referendum untuk Papua Barat.

“Kami tetap yakin bahwa kami bisa menentukan nasib sendiri, setelah perjalanan panjang sejarah bahwa rakyat Papua kurang mendapatkan keadilan di segala bidang, dan ini merupakan solusi demokratis bagi rakyat Papua,” oleh koordinator aksi.

Dalam aksi ini mereka juga menuntut ditariknya kekuatan militer (TNI-Polri), baik organik dan maupun non organik dari seluruh tanah Papua, sebagai persyaratan damai.

Dari segi ekonomi , Aliansi Mahasiswa Papua menuntut pemerintah untuk segera menutup Freeport, BP, LNG Tangguh dan MNC lainya yang dinilai sebagai biang kejahatan kemanusiaan di atas tanah Papua. Dalam aksi kali ini AMP menolak Inperialisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme dari tanah papua.

AMP Serukan Aksi Peringati Aneksasi Papua Ke Indonesia
Bertepatan dengan hari Aneksasi Papua ke Indonesia, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), sampaikan aspirasi di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jalan Tugu, Kota Malang, Jum’at (01/05/2015).

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara AMP, Salmon Pekei. Pihaknya mengatakan, hari ini merupakan hari pertama kali militer turun ke tanah Papua, dan pada hari tersebut memunculkan kekerasan seperti pemerkosaan, pembunuhan.

selain itu, mereka juga menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta pemerintah Indoesia untuk memberikan kebebasan rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri. “kami sebagai bangsa Papua, kami meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan kebebasan kami untuk menentukan nasib kami sendiri sebagai Rakyat Papua,” Ujar Salmon usai melakukan Orasi.

AMP juga menyampaikan, agar perusahaan-perusahaan yang ada di tanah Papua ditutup, karena menurutnya itu yang paling banyak memicu terjadinya kekerasan.

sementara itu, Salmon juga berharap agar pemerintah membuka hati melihat kenyataan yang terjadi di Papua. “Kami berharap pemerintah membuka mata hati mereka untuk melihat kenyataan yang terjadi di Papua”

Berikut Foto-AFoto Aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malanag, Jum’at (01/05/2015).

Situs ini adalah situs online aktivis suara papua merdeka yang dikembangkan oleh Biro Media dan Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang-Surabaya. Anda diperkenankan untuk BERBAGI (menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun) dan ADAPTASI (menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial). Informasi dalam situs ini masih harus dikonfirmasi kepada pengelola situs di melanesiapost@gmail.com (Activis Independence of Papua/Pengembang Situs)
Share this post :